Share

Sandiaga Uno Tegaskan Tiket Masuk Pulau Komodo Rp3,75 Juta Baru Sebatas Wacana

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 07 Juli 2022 02:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 06 406 2624436 sandiaga-uno-tegaskan-tiket-masuk-pulau-komodo-rp3-75-juta-baru-sebatas-wacana-4DMHDEiLAz.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi intensif terkait dengan wacana tiket terusan seharga Rp3,75 juta bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Taman Nasional (TN) Komodo dan berlaku selama satu tahun.

Hal ini dilakukan agar nantinya keputusan yang diambil merupakan kebijakan yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu. Selain mengutamakan nilai-nilai konservasi dan keberlanjutan lingkungan, juga agar pariwisata dapat memberikan dampak yang maksimal terhadap ekonomi masyarakat.

"Sampai saat ini belum ada pembahasan di lintas kementerian/lembaga. Ini baru sebuah wacana," kata dia dalam Weekly Press Briefing di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

Infografis Labuan Bajo

Pentingnya mengutamakan konservasi, yakni bagaimana menjaga keberlanjutan dari Taman Nasional Komodo ini berarti harus ada pembatasan dari kunjungan wisatawan. Menurut Sandiaga, hal ini karena kunjungan wisatawan itu akan menambah beban.

Sementara carrying capacity atau daya dukung sangat terbatas. Oleh karena itu pihaknya saat ini akan terus berkoordinasi lintas kementerian/lembaga, untuk membantu proses pengambilan keputusan kajian tersebut.

Sandiaga menyebut, bahwa pihaknya akan secara maksimal mengembangkan destinasi-destinasi lain yang ada di Labuan Bajo sehingga kunjungan wisatawan dapat tersebar ke destinasi-destinasi lain.

Seperti Waerebo yang merupakan salah satu desa wisata terbaik juga wisata kuliner yang sangat menarik di salah satu destinasi super prioritas tersebut.

Dirinya pun optimistis, dengan potensi alam dan budaya serta ekonomi kreatif yang dimiliki Labuan Bajo, apapun keputusan nantinya diambil akan membuat salah satu destinasi wisata super prioritas itu tetap menjadi tempat liburan yang menghadirkan peluang usaha. Serta adanya lapangan kerja yang luas, untuk masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) secara khusus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini