Share

Begini Cerita Rakyat Aceh Sumbang Pesawat, Rela Pintu Digedor Malam Hari

Nani Suherni, Jurnalis · Jum'at 08 Juli 2022 04:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 07 406 2625100 begini-cerita-rakyat-aceh-sumbang-pesawat-rela-pintu-digedor-malam-hari-eywYmBpg1O.jpg Pesawat Dakota RI-001 Seulawah (dok TNI AU)

WARGA Aceh memiliki begitu banyak jasa Indonesia. Bahkan tercatat, mereka menyumbang emas hingga uang untuk membeli Pesawat RI 001 Seulawah untuk negara.

Dalam portal resmi Kemendikbud disebutkan antusiasme rakyat Aceh dalam membantu pembelian pesawat udara ini.

Dalam beberapa informasi diceritakan rakyat begitu rela pintu rumah mereka digedor di malam hari untuk menyumbangi sebagian dari emas atau barang lainnya demi untuk negara.

Pesawat yang dibeli dengan sumbangan rakyat Aceh ini diberi nama Seulawah. Nama ini merupakan sebuah gunung yang terdapat di perbatasan Aceh Besar dan Kabupaten Pidie, dan pesawat ini diberi nimor RI-001.

infografis]

Bahwa uang yang disumbangkan rakyat Aceh untuk membeli pesawat udara jenis Dakota tersebut cukup untuk dua pesawat. Namun sebuah di antaranya masih merupakan teka-teki, karena menurut kenyataan yang ada hanya sebuah pesawat (RI-001).

Menurut sastrawan A Hasjmy, ada dugaan penyelewengan dilakukan di Singapura, tetapi pelakunya belum diketahui.

Namun sebuah sumber lain menyebutkan bahwa pesawat yang satu lagi telah dihadiahkan kepada pemerintah Birma, sebagai tanda terima kasih atas semua fasilitas yang diberikan perwakilan Garuda beroperasi di Birma.

Pada mulanya pesawat ini merupakan jajaran dalam angkatan udara Republik Indonesia dan rute luar negeri yaitu Birma dan Calkutta. Sedangkan fungsinya didalam negeri selain dapat menjembatani pulau Sumatera dan Jawa; juga untuk menerobos blokade Belanda menerbangkan tokoh-tokoh politik bangsa Indonesia.

Kemudian pada tanggal 26 Januari 1949 RI-001 menjadi pesawat komersil yang dicarter oleh Indonesia Airways, yang kemudian dikenal dengan Garuda Indonesia Airways.

Follow Berita Okezone di Google News

Adapun menagernya yang pertama adalah Wiweko Supeno. Selain telah menyumbang pesawat udara untuk kepentingan perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaannya, rakyat Aceh juga menyumbang kepada pemerintah Republik Indonesia berupa senjata, makanan, pakaian dan lain-lain untuk membantu perjuangan menegakkan dan mempertahankan kemerdekaan di Sumatera Timur.

Pada tahun 1948 rakyat Aceh telah mengirimkan ke daerah Medan Area sebanyak 72 ekor kerbau. Salah satu modal perjuangan Bangsa Indonesia pada masa perang kemerdekaan adalah alat komunikasi, yaitu Radio Rimba Raya.

Sejak masa awal perang kemerdekaan 1946 daerah Aceh telah memiliki sebuah pemancar radio yang ditempatkan di Kutaraja. Dalam perkembangan selanjutnya dalam tahun1947 ditambah sebuah pemancar lagi yang ditempatkan di Aceh Tengah dan dikenal dengan nama Radio Rimba Raya.

Kedua pemancar ini telah memegang peranan cukup besar pada masa perang kemerdekaan, sehingga sarana ini dapat dikatakan Modal Perjuangan Bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaannya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini