Share

Mengenal Tradisi Sadranan Lepen di Temanggung, Warga Rebutan Gunungan

Didik Dono, Jurnalis · Rabu 13 Juli 2022 16:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 12 406 2627937 mengenal-tradisi-sadranan-lepen-di-temanggung-warga-rebutan-gunungan-86haEaP7fp.jpg Tradisi Sadranan Lepen di Temanggung (dok MPI/Didik Dono)

TRADISI Sadranan Lepen di Temanggung kembali digelar sebagai wujud syukur kepada Tuhan YME. 

Ribuan warga Desa Banjarsari Temanggung berebut tujuh gunungan berisi tumpeng dan hasil bumi dalam ritual basuh dan bersih diri di Sendang Sengon, Senin 11 Juli 2022.

Warga saling tarik menarik dan saling injak saat berebut gunungan. Ritual yang digelar warga Desa Banjarsari Temanggung sebagai wujud ungkapan syukur.

infografis

Tujuh gunungan ini sebelumnya dikirab dari pojok Desa Banjarsari menuju Sendang Sengon yang berjarak sekitar 1 kilometer.

Warga menyebutnya sadranan lepen (sungai). Sesampainya di Sendang Sengon, warga bersama tokoh masyarakat melakukan ritual basuh dan bersih diri di sendang yang merupakan mata air utama milik warga Desa Banjarsari.

Baca Juga: Dua Kapal Ikan Asing Pelaku IUU Fishing Berhasil Diamankan BAKAMLA dan KKP RI

Tidak hanya itu, mereka juga melepaskan ikan di sendang sebagai simbol air untuk kehidupan bagi seluruh mahkluk. 

“Kami juga membasuh wayang sebagai ungkapan telah dimulainya lagi pentas kesenian yang selama dua tahun ini vakum karena pandemi Covid-19,” kata Joko Setiawan, warga Banjarsari.

Bupati Temanggung Muhammad Al khadziq mengatakan, tradisi sadranan ini merupakan tradisi yang telah turun temurun selama ratusan tahun. Namun sempat terhenti dua tahun karena pandemi.

“Warga melakukan selamatan ini sebagai bentuk penghormatan kepada Tuhan karena memberi sumber mata air yang sangat berharga bagi kehidupan warga,” katanya.

Tradisi ini menarik minat ribuan warga yang datang dari berbagai daerah. Mereka juga disuguhi pentas berbagai kesenian tradisional.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini