Share

Ternyata Ini Alasan Terbesar Mengapa Pembangunan Jalan dan Jembatan di Papua Sangat Sulit

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Rabu 13 Juli 2022 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 12 408 2628015 ternyata-ini-alasan-terbesar-mengapa-pembangunan-jalan-dan-jembatan-di-papua-sangat-sulit-ibuAjkCh97.JPG Jembatan Holtekamp, Papua (Foto: Instagram/@740aerialvideography)

ALASAN terbesar mengapa pembangunan jalan dan jembatan di Papua sangat sulit membuat banyak orang penasaran. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang sedang gencar mencanangkan pemerataan pembangunan di sejumlah daerah di Indonesia.

Beberapa program untuk mendukung pembangunan daerah terpencil pun tengah digalakkan, salah satu daerah yang mendapat perhatian adalah Provinsi Papua.

Pada 2021 lalu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berkomitmen untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur yang andal di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Infografis Bahasa Indonesia sebagai Prodi

Bukan lain tidak bukan, hal itu bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan yang tinggi dan mengurangi indeks kemahalan dan pemerataan pembangunan infrastruktur. Namun, pembangunan di Papua rupanya mengalami sejumlah rintangan yang cukup sulit ditaklukan.

Bahkan, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Papua Barat Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Gunadi Antariksa pun mengakui jika pembangunan jalan dan jembatan di Papua terasa cukup berat.

“Tantangan dalam pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Papua di antaranya kondisi cuaca dan alamnya masih berupa hutan dengan kondisi geografi cukup berat, hampir pada semua segmen,” katanya dalam keterangan resmi.

Hal ini berbeda dengan pembangunan di beberapa wilayah yang relatif lancar, misalnya pembangunan jembatan di Pekanbaru, Riau, dan pembangunan jembatan permanen di Luhuang, Kabupaten Padang Pariaman.

Di samping itu, Kementerian PUPR sedang membangun 29 jembatan di ruas Merauke-Sorong, Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat. Jembatan ini merupakan bagian dari kelanjutan program Jalan Trans-Papua yang akan membuka keterisolasian wilayah.

Tak hanya itu, pembangunan ini juga dilakukan guna meningkatkan konektivitas antar kabupaten atau kota di provinsi tersebut.

Secara keseluruhan, panjang jembatan mencapai 511,5 meter dan dibangun dengan anggaran sebesar Rp236,5 miliar pada Tahun Anggaran (TA) 2022 lewat 6 paket pekerjaan.

Gunadi juga mengatakan, selain jembatan, Kementerian PUPR akan terus melanjutkan pembangunan Jalan Trans Papua ruas Merauke-Sorong yang berada di Kabupaten Teluk Wondama. Pembangunan jalan tersebut meliputi:

Jalan Kampung Muri - Kwatisore sepanjang 8,5 kilometer,

Jalan Simpang Goro - Kampung Muri sepanjang 20,28 kilometer,

Jalan Mameh - Windesi sepanjang 9,3 kilometer, dan

Jalan Simpang Tiga Mameh - Windesi sepanjang 11 kilometer.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini