Share

Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Dorong Desa Wisata Bali Terapkan Pariwisata Berkelanjutan

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 13 Juli 2022 08:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 13 406 2628558 wamenparekraf-angela-tanoesoedibjo-dorong-desa-wisata-bali-terapkan-pariwisata-berkelanjutan-SC2lI3qbTy.JPG Wamenparekraf RI, Angela Tanoesoedibjo (Foto: Kemenparekraf RI)

WAKIL Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf/Wakabaparekraf), Angela Tanoesoedibjo mengatakan, bahwa ia mendorong desa-desa wisata yang terdapat di sekitar Sungai Tukad OOS, Bali. Hal ini karena mereka dapat menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan.

Angela juga mengungkapkan, Bali sebagai the heart of Indonesia tourism yang tentunya sudah bisa menerapkan konsep pariwisata berkelanjutan sejak lama. Kemudian, ada filosofi yang dikenal sebagai "tri hita karana". Di mana istilah tersebut mengajarkan manusia, untuk menjaga keharmonisan antara manusia dengan Sang pencipta, dengan alam, dan dengan sesama.

"Jadi sebenarnya ini adalah inti dari pariwisata berkelanjutan pariwisata yang tidak menggerus, pariwisata yang semakin berkembang, jika kita lestarikan dan pariwisata yang manfaatnya bisa kita berikan dari generasi ke generasi," kata Wamenparekraf dalam 'Seminar dan Pelatihan Desa Wisata di Tukad OOS' yang diinisiasi oleh Yayasan Puri Kauhan Ubud dengan Universitas Udayana, di The Mansion, Sayan, Ubud, Bali.

Lebih lanjut, sepuluh desa wisata ini memiliki potensi alam dan budaya yang besar. Guna memaksimalkan potensi yang ada. Kemudian terdapat beberapa langkah konkrit dalam mewujudkan pariwisata berkualitas, dan berkelanjutan di tanah air.

Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo

(Foto: Kemenparekraf RI)

"Kita secara konkrit telah mengeluarkan berbagai kebijakan, kekuatan kelembagaan, dan program-program yang untuk memperkuat ekosistem pariwisata berkelanjutan di Indonesia," terangnya.

Salah satunya dengan program desa wisata berkelanjutan yang menjadi salah satu program kunci dari Kemenparekraf. Dimana sesuai RPJMN tahun 2020-2024 sendiri ditargetkan ada 244 desa wisata yang maju dan mandiri hingga akhirnya tersertifikasi berkelanjutan.

Angela juga menjelaskan, pada Selasa 12 Juli 2022 ini sudah melebihi target, di mana sebanyak 293 desa wisata masuk dalam, kategori maju dan mandiri. Akan tetapi yang menjadi pengingat adalah sertifikasi, karena baru 33 desa wisata yang tersertifikasi berkelanjutan.

Oleh karena itu, Wamenparekraf mengatakan, kolaborasi dengan berbagai pihak perlu lebih diperkuat lagi. Guna mendorong desa-desa wisata tersertifikasi berkelanjutan, sehingga desa wisata di Indonesia bisa naik kelas dan semakin unggul.

"Selain itu saya kira kita bisa kembangkan berbagai event, kita bisa kolaborasikan promosi bersama dan penggunaan teknologi, dan penguatan standar layanan yang meningkatkan praktik usaha lebih berkelanjutan lingkungan, melestarikan kearifan lokal, dan pemberdayaan masyarakat setempat," tuturnya.

Ia menegaskan dan yang paling penting, pada akhirnya yang diinginkan agar desa-desa wisata itu menjadi desa wisata mandiri, khususnya mandiri secara ekonomi, bisa menjadi nilai tambah bagi masyarakat setempat. Serta dapat membiayai pelestarian yang dibutuhkan.

Pada kesempatan tersebut, Wamenparekraf Angela mengapresiasi tiga desa wisata di kawasan aliran sungai OOS Bali yang sudah masuk platform Jadesta yaitu Desa Batuan, Desa Sayan, dan Desa Taro. Dari salah satu desa wisata tersebut sudah ada yang mendapatkan sertifikasi di tahun 2021 yaitu Desa Taro.

Disamping itu, Wamenparekraf mengatakan melalui Kemenparekraf, Indonesia telah menjadi negara ASEAN pertama yang memiliki komitmen net zero emission dalam sektor pariwisata.

"Minggu lalu kami re-launching dari program carbon footprint calculator dan off setting, dimana platform ini menawarkan wisatawan untuk bisa menghitung jejak karbon mereka, dan pada akhirnya turut aktif menyumbang dan menanam pohon mangrove," kata Angela.

Kemenparekraf dikatakannya juga sudah memiliki Peraturan Menteri (Permen) dan SOP untuk pengelolaan sampah plastik di destinasi wisata bahari dan telah menyertifikasi lebih dari 12 ribu usaha pariwisata dengan sertifikasi nasional CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability).

"Selain itu kita juga terus mendorong investasi-investasi yang berkaitan dengan investasi hijau seperti transportasi listrik di berbagai destinasi pariwisata dan membuat travel pattern-nya," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini