Share

Pria Ini Menunggu 15 Jam di Bandara Tanpa Naik Pesawat hingga Akhirnya Frustrasi

Nurul Fitriyah, Jurnalis · Kamis 14 Juli 2022 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 13 406 2628677 pria-ini-menunggu-15-jam-di-bandara-tanpa-naik-pesawat-hingga-akhirnya-frustrasi-09QMDjV0OS.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SEORANG penumpang yang telah menunggu lebih dari 15 jam di Bandara Perth benar-benar dibuat frustrasi hingga mengecam habis-habisan maskapai Virgin Australia yang gagal mengangkutnya terbang ke Melbourne.

Pria yang berprofesi sebagai petugas pemadam kebakaran bernama Jackson Howell dan dua rekannya berada di bandara sejak pukul 04.00 hingga 19.00 waktu setempat saat mereka menunggu perjalanan untuk snowboarding selama sepekan di Gunung Hotham pada Kamis pekan lalu.

Tetapi ketika mereka hendak boarding pass pukul 06.00, hanya beberapa dari rombongan mereka yang diizinkan naik ke pesawat.

"Salah satu teman saya dan saya sampai di gerbang dengan tiket dan barang bawaan kami, dan kemudian diberi tahu dengan cara yang sangat acuh tak acuh; 'sayang sekali, kami tidak naik karena mereka memesan penerbangan terlalu banyak'," kata Howell mengutip NCA NewsWire.

Infografsi Maskapai

“Kami tidak tahu apa yang sedang terjadi. Ada salah satu supervisor yang tersedia yang bahkan tidak bisa mengenali kami sampai dia menutup semua penerbangan lain dan pesawat itupun pergi.

Howell mengatakan, mereka sempat memohon untuk mendapatkan penerbangan lain karena mereka memiliki akomodasi di Melbourne malam itu dan bus penghubung ke Gunung Hotham pagi-pagi keesokan harinya.

Mereka diberitahu oleh pihak maskapai Virgin bahwa mereka bisa mendapatkan penerbangan pukul 18.00 sore ke Melbourne malam itu.

“Tidak ideal tetapi kami akan sampai di sana, jadi kami menunggu di bandara sepanjang hari,” kata Howell.

Ia menjelaskan, karena sudah seminggu memvalidasi parkir dan tidak tinggal di dekat bandara, maka berpikir tak ada gunanya pulang. Howell dan temannya lalu menunggu setengah hari di bandara tetapi disambut dengan kejutan buruk lain setelahnya.

“Saat itu pukul 18.20 dan selanjutnya penerbangan dibatalkan dan kami diperlakukan seperti sampah. Staf sangat kasar, mereka tidak ingin memberi kami pilihan sama sekali untuk penerbangan lain,” keluh Howell.

“Semuanya memalukan, fakta bahwa kami mengambil cuti tahunan yang berharga untuk perjalanan pertama kami sejak pra-pandemi dan ternyata inilah hasilnya,” katanya.

"Saya mengerti ada kesulitan dalam angkatan kerja, tetapi untuk apa dana talangan USD500 juta jika mereka bahkan tidak dapat melakukan pekerjaan mereka?"

Cerita tentang penerbangan yang tertunda, penuh, bahkan dibatalkan telah menjadi hal biasa di Bandara Perth sejak liburan sekolah dimulai lebih dari sepekan lalu. Seorang juru bicara Virgin Australia Group meminta maaf atas gangguan pada penerbangan pelanggan mereka.

"Kami dengan tulus meminta maaf kepada setiap tamu yang terkena dampak perubahan jadwal penerbangan kami dan kami bekerja sepanjang waktu untuk memastikan tamu kami sampai ke tujuan akhir mereka dengan selamat," kata Virgin dalam sebuah pernyataan.

“Jika memungkinkan, Virgin Australia secara proaktif berkomunikasi dengan tamu yang terkena dampak perubahan jadwal. Jika kami tidak dapat menawarkan opsi pemulihan yang sesuai, pengembalian dana penuh atau kredit perjalanan ditawarkan.

“Jumlah pelancong yang terbang bersama kami pada liburan sekolah ini telah meningkat sebesar 15 persen dibandingkan tahun 2019, yang secara signifikan lebih tinggi daripada periode liburan Paskah baru-baru ini. Kami tidak 'kebal' terhadap tantangan yang dialami secara global dan tim kami bekerja sangat keras untuk membantu para tamu kami mencapai tujuan mereka dengan aman," tutupnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini