Share

7 Tips Hadapi Trauma Kecelakaan Pesawat ala Mantan Pramugari Laura Lazarus

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 15 Juli 2022 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 14 406 2629574 7-tips-hadapi-trauma-kecelakaan-pesawat-ala-mantan-pramugari-laura-lazarus-T8oRfUIlJI.jpg Ilustrasi kecelakaan pesawat (Antara)

MANTAN pramugari Lion Air, Laura Lazarus sangat bersyukur kerena dua kali selamat dari kecelakaan pesawat yang mengerikan. Tentu saja hal itu membuatnya trauma berat. Tapi, ia bisa keluar dari kondisi yang kelam. Apa rahasianya?

Peristiwa kelam dialami Laura saat usianya 19 tahun, masih aktif sebagai pramugari Lion Air. Dalam sebuah penerbangan pada Juli 2004, pesawat yang dinaikinya tergelincir keluar dari landasan pacu di Palembang. Roda depan pesawat terbenam lumpur. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kecelakaan paling tragis terjadi pada 30 November 2004. Saat itu, pesawat Lion Air yang diawaki Laura tergelincir waktu mendarat di Bandara Adi Sumarmo, Solo, Jawa Tengah. Pesawat meluncur ke luar landasan dan berhenti di sebuah pemakaman umum. Pilot dan 30 penumpangnya tewas mengenaskan.

 BACA JUGA:Kisah Laura Lazarus 2 Kali Selamat dari Kecelakaan Pesawat, Tubuhnya Sempat Hancur

Tubuh Laura sendiri remuk dan penuh luka. Pundak kanannya bergeser, pinggang dan tulang betisnya patah. Laura ditemukan enam jam setelah kejadian dan sempat dikira sudah meninggal dunia. Tubuhnya kemudian ditumpuk bersama para korban yang sudah jadi mayat.

ilustrasi

Laura Lazarus (TikTok @lauralazarus85)

Mukjizat datang, Laura ternyata masih hidup. Ia menjalani 19 kali operasi untuk pemulihan. Meski fisiknya sudah tak sempurna, tapi Laura bersyukur masih diberi umur panjang oleh Tuhan.

“Aku sudah dua kali mengalami kecelakaan pesawat dalam kurun waktu satu setengah tahun. Kebayang kecelakaan dengan nomor seri pesawat yang sama dan bersama dengan teman yang pernah bareng di kecelakaan yang pertama,” kata Laura dalam akun Tiktoknya @lauralazarus85.

Laura tentu tak pernah bisa melupakan peristiwa mengerikan tersebut. Bayang-bayang kelam masih sering terlintas. Tapi ia punya tips menghadapi trauma berat yang dibagikannya melalui akun media sosial sebagai berikut ;

1. Berdoa

Menurut Laura, dengan berdoa maka akan membuat diri sendiri menjadi lebih tenang. Selain itu berdoa adalah salah satu cara paling ampuh, yakni untuk menghilangkan trauma karena sepenuhnya berserah diri kepada Tuhan.

Berdoa juga sebagai tanda, bahwa segala keajaiban dan yang membuatnya selamat hingga sampai saat ini merupakan pertolongan langsung dari Tuhan.

 BACA JUGA:10 Maskapai dengan Pramugari Paling Cantik di Dunia, Ada dari Indonesia?

2. Mencari Kegiatan Positif

Mencari kegiatan positif atau menyibukan diri, jadi cara untuk menghilangkan rasa trauma Laura pasca kecelakaan pesawat. Maka dengan demikian, perlahan ketakutan akan bayang-bayang kejadian tidak menyenangkan itu akan teralihkan.

Kegiatan positif yang bisa dilakukan antara lain, bergabung dengan komunitas sosial, mengikuti kegiatan keagamaan, hingga menyalurkan hobi seperti memasak atau keterampilan lainnya.

 ilustrasi

3. Sadar Semua Sudah Berlalu

Anda harus menyadari, bahwa kecelakaan pesawat itu sudah berlalu. Serta Anda masih diberikan kesempatan untuk tetap hidup. Maka jangan memikirkan dan membayangkan masa-masa yang sudah usang.

Meskipun pada dasarnya traumatis terhadap sesuatu, khususnya pasca kecelakaan pesawat terbang. Tapi yang harus diterima adalah bahwa itu semua sudah berlalu.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

4. Hadapi

Kemudian yang perlu dilakukan harus menghadapi masa lalu yang membuat Anda trauma. Jika Anda terlalu berlarut, maka akan menjadi masalah tersendiri di kehidupan Anda.

Solusinya yaitu Anda harus menghadapi trauma tersebut. Barangkali mulanya, akan merasa canggung dan aneh. Akan tetapi perlahan Anda akan terbiasa dengan hal itu, sehingga trauma yang dirasakan akan hilang dengan sendirinya.

5. Ambil Napas Sebelum Bertindak

Ambil napas lebih dulu sebelum Anda bertindak, maka akan membuat perasaan dan pikiran lebih rileks. Hal ini perlu dilakukan karena trauma yang Anda miliki akan berpengaruh terhadap kestabilan emosi, dan itu bisa merugikan.

Oleh karena itu sebelum Anda mengambil tindakan, dapat diawali dengan menarik napas terlebih dahulu. Mengambil napas sebelum bertindak merupakan cara sederhana, dan mampu menjadi obat emosi serta penghilang masa lalu yang traumatis.

6. Menulis Diary atau Jurnal

Sebagian orang yang tidak bisa melepaskan traumanya, karena mereka memilih menyimpan dan memendamnya seorang diri. Oleh karena itu, jika Anda tidak mudah mengutarakannya secara lisan, bisa menceritakannya melalui tulisan.

Misalnya dengan menulis diary atau jurnal. Anda dapat menulis apapun yang diinginkan, dan dirasakan berhubungan dengan traumatis yang dialami. Dengan demikian perasaan tidak mengenakan itu akan teralihkan, yakni melalui tulisan.

7. Fokus Pada Memori Menyenangkan

Lalu Anda perlu fokus pada hal-hal yang menyenangkan, bukan memori yang buruk di masa lalu, khususnya saat kecelakaan pesawat itu. Ketika memori trauma masa lalu terus menerus muncul dan menyerang pikiran, latihlah pikiran Anda untuk beralih dari semua pikiran buruk.

Untuk itu dengan fokus pada memori yang menyenangkan, maka akan membuat Anda mengubah suasana hati menjadi lebih baik. Trauma Anda pun perlahan akan teralihkan dan juga terobati.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini