Share

Main ke Hutan Kota Srengseng, Yuk Cicipi Manisnya Madu Trigona Sambil Refresh Otak

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 15 Juli 2022 02:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 14 408 2629295 main-ke-hutan-kota-srengseng-yuk-cicipi-manisnya-madu-trigona-sambil-refresh-otak-Q6t7yfTzt8.JPG Hutan Kota Srengseng, Jakarta Barat (Foto: Antara/Ulfa Jainita)

PANASNYA cuaca Ibu Kota Jakarta membuat masyarakat sangat membutuhkan ruang terbuka yang hijau, segar, dan asri untuk proses detoksifikasi fisik, pikiran, serta mental mereka dari riuhnya aktivitas sehari-hari.

Hutan kota bisa menjadi salah satu alternatif untuk sekadar menyegarkan pikiran, salah satu destinasi yang bisa dikunjungi, yakni Hutan Kota Srengseng. 

Saat memasuki pintu masuk selamat datang Hutan Kota Srengseng pengunjung akan langsung disambut dengan suasana yang asri nan sejuk, dengan banyaknya pepohonan hijau membuat mata kita tercuci segar. Semilir angin membuat hiruk piruk dan kebisingan perkotaan langsung terhempas mengikuti arah angin.

Hutan Kota Srengseng yang terletak di kawasan Kembangan, Jakarta Barat merupakan salah satu hutan kota terbesar di Jakarta.

Hutan ini menyimpan sejumlah area wisata yang menjadi daya tarik pengunjung, salah satunya adalah madu trigona.

Seruput madu

Mengutip laman Antara, Madu trigona atau yang biasa dikenal madu klanceng bagi masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur. Madu ini dihasilkan oleh lebah Trigona sp yang merupakan lebah tanpa sengat memiliki rasa manis yang pas, tidak semanis sirup dengan sedikit campuran rasa asam.

Infografis Wisata Kebun Raya di Indonesia

Madu ini memiliki rasa yang khas dan saat menyeruput madu semilir tercium aroma bunga yang menyegarkan. Madu ini memiliki warna bening dan ada juga yang kuning pekat. Madu trigona memiliki tekstur kental. Setelah minum madu ini membuat tubuh terasa hangat.

Madu trigona dihasilkan oleh lebah kecil, ramping dan hitam. Lebah trigona sp adalah spesies primitif dengan menghasilkan madu dalam jumlah sedikit sesuai ukuran lebah yang mungil tersebut

Madu Trigona yang sempat ramai menjadi perbincangan masyarakat di hutan ini merupakan hasil swadaya masyarakat sekitar yang tergabung dalam kelompok hutan tani.

Proses menjadi madu yang didapatkan dari sebuah kotak dibuat seperti rumah pada umumya, namun berbentuk kecil dan di situlah tempat madu dihasilkan. Sarang yang menghasilkan madu berbentuk seperti propolis. Pengunjung dapat menyeruput madu dengan mencoblos di sarang tersebut.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Keanekaragaman hayati

Di kawasan hutan kota ini terdapat beberapa spesies tumbuhan dari berbagai tipe yang berbeda-beda, mulai dari yang besar hingga yang kecil. Terdapat lebih dari 70 jenis tumbuhan dengan total pohon sebanyak 6.700 spesies tumbuhan.

Dominan dari semua tipe tumbuhan tersebut diantaranya pohon yang berukuran besar serta tinggi, salah satunya pohon merbau dan pohon karet merah atau karet kebo. Salah satu fungsi dari pohon karet kebo berguna untuk meredam kebisingan.

Selain itu juga terdapat tumbuhan pendek yaitu pohon greenberry, pohon tanjung, dan pohon bonsai buni. Hutan ini juga memiliki tumbuhan bunga seperti xanthostemon, batavia daun lebar, tongkeng malaysia, tongkeng jawa, air mata pengantin, dan dombeya merupakan jenis tumbuhan berbunga, dan termasuk jenis pohon.

Hutan Kota Srengseng, Jakbar

Fungsi utama dibentuknya hutan kota sebagai daerah resapan air serta terminal air limpasan Kali Pesanggrahan Jakbar. Selain itu fungsi hutan ini dapat menyaring udara yaitu oksigen serta dapat mengurangi kebisingan.

Hutan ini banyak dikunjungi saat hari libur sekitar 100-200 pengunjung per hari. Kegiatan pada Sabtu, Minggu, dan hari libur banyak yang berkunjung untuk melakukan olahraga atau jalan santai bahkan senam karena hutan ini memiliki jogging track dengan mengelilingi pinggiran danau Hutan Kota Srengseng dengan pohon yang rindang nan sejuk.

Selain untuk olahraga tempat ini juga memiliki ruang bermain untuk anak-anak yang terletak di bawah pohon rindang sehingga angin sepoi-sepoi menemaninya.

Hutan ini juga dapat memberikan edukasi untuk anak-anak sekolah. Mengajarkan anak untuk go green, memberi informasi bahwa bentuk wujud aslinya pohon seperti ini dan banyak hal yang didapat dari hutan.

Pengelola menyiapkan barcode di setiap jenis pohon, lalu pengunjung bisa langsung scan dan mendapatkan semua informasi tentang jenis pohon tersebut. Bahkan di hutan kota ini memiliki danau yang biasa dimanfaatkan pengunjung untuk memancing.

"Lumayan dapet ikan, terus gratis juga mancing di sini," tutur pengunjung Andi saat ditemui langsung.

Andi bercerita dalam mengisi waktu luang dan menyalurkan hobi memancing di hutan ini merupakan jawabannya.

Ikan yang didapat juga berbagai macam, ada ikan mujair, ikan mas, ikan lele, ikan gabus dan sebagainya. Memancing di tempat ini juga tidak kepanasan karena ditutupi pohon-pohon jadi hawanya adem, sunyi dan senyap.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini