Share

Cerita Kapal Tangguh Kerajaan Demak, Tak Mampu Ditembus Meriam Portugis

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 15 Juli 2022 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 14 549 2629354 cerita-kapal-tangguh-kerajaan-demak-tak-mampu-ditembus-meriam-portugis-U46gJ0E7GQ.jpg Masjid Agung Demak (dok ANTARA)

KERAJAAN Demak dikisahkan pernah menyerang Portugis yang menguasai wilayah Malaka. Serangan ini dikomandoi oleh Pati Unus, raja kedua Demak, sekaligus anak dari Raden Patah pendiri Kerajaan Demak.

Konon serangan Demak ke Portugis itu membawa ribuan prajurit dan beberapa infrastruktur armada canggih di masanya. Tercatat ada ribuan pasukan gabungan dihimpun Pati Unus dari Jepara dan Palembang. Total ada 5.000 pasukan yang dibawa dengan menaiki 100 kapal.

Dikutip dari buku "Hitam Putih Kesultanan Demak: Sejarah Kerajaan Islam Pertama di Jawa dari Kejayaan Hingga Keruntuhan" dari Fery Taufiq, pasukan yang dipimpin oleh Pati Unus ini berangkat pada Januari 1513 M. Sayang ekspedisi upaya penaklukan Portugis ini tak berhasil pasukan Demak kalah.

infografis

Namun menariknya dari seluruh armada yang dibawa, ada satu armada kapal besar yang menyita perhatian musuh dan warga sekitar Malaka. Pasalnya Pati Unus membawa perahu super besar di masa itu yang dibuat selama tiga tahun lamanya.

Hal ini terungkap dari sebuah catatan dari kapten armada Portugis Fernao Peres de Andrade. Pada catatannya sang kapten armada Portugis ini menyebut ada kapal yang luar biasa yang dibawa armada Demak di bawah pimpinan Pati Unus.

Armada kapal laut itu disebut cukup kuat dalam menahan serangan bertubi-tubi dari persenjataan Portugis. Serangan Portugis dari senjata bombard hingga tembakan yang besar tidak menembusnya di bawah garis air dan tembakan esfera semacam meriam besar milik Portugis, tak berhasil menembus badan kapal kendati telah mengenai sasaran.

Konon kapal itu memiliki tiga lapisan besi yang begitu tebal dan kuat. Semua lapisannya masing-masing terdiri dari satu koin tebalnya. Kapten Portugis itu menyebut kapal perang Demak itu begitu mengerikan.

Di bawah komando Pati Unus, Portugis sempat kesulitan melawan Demak. Uletnya strategi Pati Unus ditambah keberaniannya menjadikan pertarungan sengit terjadi di Malaka.

Di sisi lain Portugis juga telah menyiapkan pertahanan kuat. Kedatangan pasukan Demak ke Malaka disambut puluhan meriam besar yang mencuat dari benteng pertahanan Malaka. Sesampainya di Malaka, kapal yang dinaiki Pati Unus terkena peluru meriam ketika akan menurunkan perahu untuk merapat ke pantai.

Pati Unus pun gugur akibat serangan tersebut. Armada islam gabungan dari tanah Jawa itu pun juga harus menelan banyak korban jiwa, sebelum akhirnya memutuskan mundur. Wafatnya Pati Unus membuat sosok Rahmat Hidayat mengambil alih pimpinan komando untuk menarik mundur armada kembali ke Jawa.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini