Share

5 Fakta Bom 'Mother of Satan' yang Pernah Ditemukan di Gunung Ciremai Indonesia

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Selasa 19 Juli 2022 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 18 406 2631603 5-fakta-bom-mother-of-satan-yang-pernah-ditemukan-di-gunung-ciremai-indonesia-rypMpBbIxa.jpg Gunung Ciremai difoto dari Desa Cibuntu, Kuningan, Jawa Barat (Okezone.com/Hantoro)

ADA 5 fakta bom ‘Mother of Satan’ yang pernah ditemukan di Gunung Ciremai Indonesia. Beberapa waktu lalu penduduk sekitar Gunung Ciremai atau Ceremai tepatnya di Majalengka, Jawa Barat digegerkan dengan penemuan bom seberat 35 kg di kaki gunung.

Penemuan bom ‘Mother of Satan’ ini berasal dari pengakuan Imam Mulyana, seorang napi terorisme jaringan Jamaah Ansharut Daulah. Berbekal keterangan tersebut, tim Densus 88 Anti-Teror Polri bersama tim Jibom Brimob Polda Jabar, Inafis Polres Majalengka, tim Polres Majalengka, dan tim Lapas Sentul mengawal Imam Mulyana untuk melakukan pencarian.

BACA JUGA: 6 Kisah Misteri di Balik Keindahan Gunung Ceremai yang Melegenda

Dari proses pencarian bom tersebut, diketahui beberapa fakta menarik. Lantas, apa saja fakta bom ‘Mother of Satan’ yang pernah ditemukan di Gunung Ciremai Indonesia? Untuk mengetahuinya, simak rangkuman berikut ini.

5 Fakta Bom ‘Mother of Satan’ yang Pernah Ditemukan di Gunung Ciremai Indonesia

1. Bom milik Imam Mulyana

Seperti telah disebutkan, penemuan peledak tersebut berkat keterangan dari seorang napi terorisme. Sebab, bom tersebut memang milik Imam Mulyana, jaringan Jamaah Ansharut Daulah. Imam sendiri ditangkap saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke Cirebon pada tahun 2017.

ilustrasi

Kala itu, saat pengamanan di Bandara Cakrabuana, Cirebon, Densus 88 melihat adanya gerak-gerik seorang pemuda yang mencurigakan. Tak menunggu waktu lama, Imam lalu ditangkap dan diamankan. Dari penangkapan itu, Densus 88 menyita satu koper berisi sungkur, airsoft gun, dan buku berjihad.

2. Bom ditemukan 35 Kg di tempat tersembunyi

Setelah pengakuan Imam dan pencarian, tim akhirnya menemukan bom berupa bahan peledak TATP (Triacetone Triperoxide) sebanyak 35 kg di lokasi yang sulit dijangkau dan tersembunyi. Bahkan tempat tersebut dapat dikatakan tak lazim sebab melewati jalan-jalan yang tak terduga.

Ditemukan stoples berisi 10 kg TATP murni, botol plastik ukuran 250 ml berisi gotri atau besi bulat berukuran kecil, empat wadah plastik berisi TATP murni dan C1, serta setengah botol air minum berisi TATP yang sudah berubah warna. Bom TATP itu langsung dimusnahkan di sekitar lokasi penemuan.

3. Imam bersyukur peledak segera ditemukan

Imam Mulyana selaku pemilik bom yang berstatus sebagai napi terorisme, mengaku bersyukur saat bahan peledak itu berhasil ditemukan. Ia sendiri juga tak menyangka jika bahan peledak itu sangat berbahaya. Diketahui, ia juga sempat menangis saat mendengar suara ledakan yang ditimbulkan kala proses pemusnahan.

4. Bom masih menghasilkan ledakan yang luar biasa

Saat proses pemusnahan, bahan peledak itu masih menghasilkan ledakan yang luar biasa. Pemusnahan sendiri dilakukan di Gunung Ciremai di ketinggian 1.450.

Kala dimusnahkan di atas tanah, 50 gram bom yang diledakkan mampu membuat lubang dengan diameter sekitar satu meter dengan kedalaman 20 cm. Sementara sisa TATP diamankan sebagai barang bukti dengan total sekitar 3/4 botol air mineral dengan ukuran 1,5 liter.

5. Suara ledakan terdengar hingga 7 Km

Selain menghasilkan lubang, saat proses pemusnahan bahan peledak itu juga diketahui berhasil menciptakan suara yang dahsyat hingga jarak 7 Km dari lokasi kejadian.

Demikian 5 fakta bom ‘Mother of Satan’ yang pernah ditemukan di Gunung Ciremai Indonesia yang sempat menggegerkan penduduk Majalengka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini