Share

Mengenal Kuchikamizake, Sake Asal Jepang yang Pembuatannya Harus Dikunyah Gadis Terlebih Dahulu

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Rabu 20 Juli 2022 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 19 301 2632389 mengenal-kuchikamizake-sake-asal-jepang-yang-pembuatannya-harus-dikunyah-gadis-terlebih-dahulu-F3NvfVBjd5.jpg Ilustrasi kuchikamisake (Foto Twitter @ShopDomechan)

MENGENAL Kuchikamizake, sake asal Jepang yang pembuatannya harus dikunyah gadis terlebih dahulu. Bagi penggemar minuman beralkohol dari beberapa negara mungkin tak asing dengan minuman satu ini.

Ya, sake adalah minuman beralkohol hasil dari fermentasi beras. Minuman ini biasanya diminum bagi orang yang menginjak dewasa. Minuman ini dapat dinikmati dalam acara apapun, terutama acara sakral dan tradisi turun temurun leluhur orang-orang Jepang.

Dalam sejarahnya, sake dibawa ke Jepang dari Cina pada abad 3 Sebelum Masehi. Kala itu warga Jepang menemukan beras yang dimasak dan didiamkan selama beberapa hari dalam sebuah bak, airnya memiliki efek memabukkan.

Pada zaman dulu, sake disebut dengan Kuchikamizake. Dulu, dalam proses pembuatannya sangat sulit menemukan alat-alat untuk melakukan fermentasi pada makanan dan minuman. Hal ini disebabkan kendala biaya, dan sebagainya.

ilustrasi

Sake Jepang

Salah satu metode pembuatan sake ini yang sangat unik adalah dengan mengunyah gabah yang ada, dan mencampurnya dengan air liur di dalam mulut.

Seiring berjalannya waktu, orang-orang Jepang kala itu percaya enzim pada air liur dapat melakukan suatu proses fermentasi.

Oleh sebab itu, orang-orang mulai mengunyah gabah selama mungkin sebelum membuangnya bersama air liur mereka ke dalam bak penyimpanan yang terbuat dari kayu. Setelah gabah dikunyah lalu didiamkan selama beberapa hari.

Lambat laun, sake menjadi salah satu bagian dari tradisi ritual kepercayaan Shinto di Jepang. Proses pembuatan kuchikamizake pun harus dilakukan oleh perempuan cantik yang belum menikah dengan iming-iming untuk mempertahankan suatu rasa khas yang air liur mereka berikan.

Baca Juga: Masyarakat Depok Terbantu BLT BBM

Menurut sejarah, kuchikamizake memiliki bentuk dan tekstur yang cukup kental dengan rasa asam dan kecut yang dihasilkan dari fermentasi gabah dengan bantuan air liur. Dulu, kuchikamizake juga sebagai persembahan kepada Dewa atau kami-sama dalam kepercayaan Shinto.

Mengikuti perkembangan zaman dan teknologi, cara pembuatan kuchikamizake seperti itu sudah ditinggalkan oleh mayoritas orang. Alasannya berkaitan dengan masalah kesehatan, teknologi yang sudah ada, serta tradisi ini yang banyak ditentang oleh kaum perempuan itu tersendiri.

Meski begitu, beberapa masyarakat Jepang di kepulauan Okinawa masih mempertahankan tradisi ini. Hanya saja, tidak untuk dikonsumsi, melainkan untuk keperluan kepercayaan Shinto saja.

Demikian penjelasan terkait mengenal kuchikamizake, sake asal Jepang yang pembuatannya harus dikunyah gadis terlebih dahulu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini