Share

Kelor Sang 'Mutiara Hijau' Asli NTT yang Mendunia Lewat Sherpa G20

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 20 Juli 2022 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 19 408 2632103 kelor-sang-mutiara-hijau-asli-ntt-yang-mendunia-lewat-sherpa-g20-1hCWPrvJUU.JPG Produk olahan daun kelor dipamerkan di arena pertemuan Sherpa G20, Labuan Bajo, NTT (Foto: Antara)

DARI beraneka ragam produk lokal yang dipamerkan dalam pertemuan kedua Sherpa G20 di Hotel Meruorah Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), ada suguhan dari tanaman kelor.

Kelor atau marungga (Moringa oleifera L) dipamerkan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Labuan Bajo, New Eden Moringa dalam bentuk produk olahan seperti teh, kopi, hingga garam.

Suguhan komoditi lokal dari petani di Pulau Flores itu pun tak luput dari perhatian peserta pertemuan kedua Sherpa G20 yang dihadiri delegasi 19 negara anggota G20, 9 negara undangan, dan 10 organisasi internasional. Satu negara anggota G20 yang hadir virtual, yakni Amerika Serikat.

Lapak pameran produk kelor pun dihampiri delegasi yang ingin mendapat informasi tentang produk kelor hingga mencicipi produk olahan seperti teh dan kopi berbasis kelor.

Lieta Isomortana (47), pendiri UMKM New Eden Moringa pun tampak semringah kala disambangi delegasi yang membuatnya antusias menceritakan produk olahan kelor yang disajikan.

Infografis Labuan Bajo

Mengikuti pameran di ajang sebesar Sherpa G20 adalah kesempatan istimewa untuk mengangkat kelor sebagai salah satu komoditi unggulan lokal dari NTT ke pentas dunia.

Para Sherpa, sebutan bagi perwakilan negara anggota G20, perwakilan dari negara undangan dan berbagai organisasi internasional, yang datang dari berbagai negara dunia pun bisa mengetahui adanya potensi lokal kelor dari NTT.

"Para delegasi akhirnya bisa melihat langsung ada komoditi unggulan kita dari NTT yaitu kelor," katanya, mengutip Antara.

Potensi kelor yang diangkat dalam pameran membuat kelor dari NTT berpeluang untuk semakin mendunia melalui perpanjangan tangan para delegasi yang menceritakannya kepada kenalan, mitra, dan sebagainya.

Lieta Isomortana berharap semakin banyak komunitas global yang mengenal kelor NTT sehingga merangsang minat kunjungan yang pada akhirnya juga menambah pangsa pasar bagi pelaku UMKM.

Baca Juga: Masyarakat Depok Terbantu BLT BBM

Hadirnya kelor mengisi lapak pameran di Sherpa G20 menambah keberagaman kekayaan produk lokal Indonesia yang disuguhkan bagi para delegasi dari berbagai negara dunia.

Selain kelor, berbagai komoditi lokal juga ditampilkan seperti kopi Flores, kain tenun ikat, kerajinan dari bambu, hingga alat musik tradisional Sasando.

Melalui Sherpa G20, Indonesia ingin menunjukkan kepada komunitas global tentang keragaman kekayaan di Tanah Air dari pangan lokal, produk budaya, hingga kawasan pariwisata Labuan Bajo yang terkenal dengan destinasi unggulan Taman Nasional Komodo.

"Kita menampilkan keberagaman Indonesia pada delegasi G20," kata Co-Sherpa Presidensi G20 Indonesia Edi Prio Pambudi.

Untuk itu para delegasi tidak hanya disuguhkan tentang berbagai produk ekonomi kreatif lokal, namun jika diajak untuk menyambangi sejumlah destinasi wisata di dalam Kawasan Taman Nasional Komodo seperti Pulau Komodo, Pulau Messah, dan Pulau Padar.

Ada tujuan yang ingin dicapai yaitu membuat para delegasi takjub dengan harapan mereka bisa datang kembali lagi berkunjung ke Indonesia di kemudian hari.

Tanaman kelor yang diandalkan sebagai "Mutiara Hijau" dari NTT telah melengkapi potret keberagaman kekayaan pangan Tanah Air di Sherpa G20.

Suguhan itu semakin menambah daya tarik bagi masyarakat dunia berwisata ke Indonesia untuk merasakan pengalaman otentik dengan menikmati berbagai potensi kekayaan lokal.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini