Share

Gelombang Tinggi Masih Mengancam, Pemda DIY Pasang Papan Larangan di Pantai Depok

Erfan Erlin, Jurnalis · Kamis 21 Juli 2022 12:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 20 406 2632814 gelombang-tinggi-masih-mengancam-pemda-diy-pasang-papan-larangan-di-pantai-depok-Ou86MxBYTW.jpg Ilustrasi pantai (freepik)

PEMDA DIY memasang papan larangan mendirikan bangunan di bibir Pantai Depok, Bantul. Larangan ini dilakukan karena abrasi Pantai Depok masih terjadi sejak gelombang pasang pada akhir pekan lalu.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslin mengakui pemasangan papan tersebut untuk melindungi masyarakat dari ancaman gelombang pasang.

Akibat gelombang pasang menerjang dan merusak sejumlah lapak semipermanen di Pantai Depok. Hasil prakiraan BMKG, gelombang pasang masih akan terjadi dalam beberapa hari ini. Untuk melindungi warga maka dilarang mendirikan bangunan semi permanen. 

"Karena masih ada ancaman gelombang tinggi maka perlu dilakukan tindakan sementara seperti itu. Itu langkah jangka pendek," kata Halim di Pantai Depok.

infografis

Papan larangan itu dipasang agar pedagang tidak mendirikan lagi lapak semipermanen di bibir pantai. Sebab, lapak semi permanen tersebut melanggar aturan dan rawan kena gelombang pasang.

Abrasi Pantai Depok, Bantul masih terjadi menyusul gelombang tinggi yang menghantam beberapa warung semi permanen akhir pekan lalu. Saat ini muncul tebing pasir setinggi 1-1,5 meter di bibir pantai. Sesekali gelombang air laut masih menyentuh tebing pasir tersebut.

"Seperti kami ketahui gelombang pasang menerjang dan merusak sejumlah lapak semipermanen di Pantai Depok, Sabtu pekan lalu," ujarnya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Pemasangan ini merupakan upaya sementara, untuk mengantisipasi ada ancaman gelombang tinggi. Sedangkan Untuk jangka panjang, seperti yang diinginkan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X maka akan ada penataan kawasan Pantai Depok.

“Nantinya akan ada penataan bangunan di mana bangunan harus ditarik mundur semua,” ujarnya.

Bangunan yang ada nantinya akan ditarik mundur sekitar 200 meter dari sempadan pantai. Hal ini sesuai dengan aturan di mana bangunan aman jika di atas sempadan pantai. Meski ada papan larangan mendirikan bangunan semi permanen namun Halim menandaskan para pedagang masih diperkenankan untuk berjualan.

Hanya saja, mereka tidak boleh mendirikan bangunan semi permanen di bibir pantai. Terpisah, Ketua Koperasi Pariwisata Mina Bahari 45 Pantai Depok, Sutarlan memaklumi larangan tersebut dan tidak mempermasalahkan aturan tersebut. Karena aturan itu untuk kepentingan bersama.

"Tujuannya kan untuk mengantisipasi lapak pedagang rusak akibat terjangan gelombang pasang. Kalau berjualan boleh, tapi tidak boleh mendirikan bangunan semipermanen," ujar Sutarlan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini