Share

Dear Traveler, Airport Tax di Bandara Soetta Naik Mulai Agustus 2022

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 20 Juli 2022 11:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 20 406 2632857 dear-traveler-airport-tax-di-bandara-soetta-naik-mulai-agustus-2022-hixQxx5nJo.jpg Ilustrasi bandara (dok. Freepik)

OTORITAS Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, Banten mulai memberlakukan kenaikan tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U) atau airport tax. Rencananya, kenaikan ini akan diberlakukan pada awal Agustus 2022.

"Rencananya penyesuaian tarif diberlakukan 1 Agustus 2022," ujar Executive General Manager (EGM) Bandara Soekarno-Hatta, Agus Haryadi melansir dari ANTARA.

Lebih lanjut, Ia menerangkan, penyesuaian tarif pada PJP2U tersebut sudah sesuai aturan dengan berdasarkan keputusan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

infografis

Kendati demikian, pihaknya meminta kepada seluruh operator di Bandara Soetta untuk melakukan sosialisasi kepada maskapai dan penumpang pesawat.

"Nanti selama 30 hari atau satu bulan dilakukan sosialisasi, sejak ditetapkannya ketentuan penyesuaian tarif," katanya.

Baca Juga: Masyarakat Depok Terbantu BLT BBM

Menurut Agus, penyesuaian tarif pada airport tax tersebut bukan hanya berlaku di Bandara Soekarno-Hatta saja, melainkan di beberapa bandara komersial lainnya juga akan diberlakukan.

"Sebenarnya bukan hanya di Soetta, tapi di beberapa bandara lain. Ini sebenarnya adalah penyesuaian cukup lama diusulkan, tetapi Kemenhub, baru bisa merilis setelah pandemi Covid-19 mereda. Jadi, dua tahun lalu bersamaan dengan terminal 1 ini sudah kami usulkan," ujarnya.

Ia mengungkapkan untuk penyesuaian tarif airport tax di Bandara Soetta nilainya bervariasi dengan berdasarkan perhitungan investasi dan layanan yang dilakukan operator.

"Kenaikan bervariasi, kalau di terminal 3, baik domestik maupun internasional ada kenaikan, tapi tidak signifikan. Menurut kami berdasarkan investasi dan layanan sudah dihitung, kemudian terminal 2 juga disesuaikan," tuturnya.

Ia menyebutkan dengan penyesuaian tarif tersebut akan diimbangi dengan peningkatan layanan kepada penumpang dan pengguna jasa bandar udara terhadap maskapai.

"APMS atau sky train yang selama ini di nonaktifkan kini dihidupkan kembali, kemudian seluruh mode operasi maupun mode pelayanan kami buat 100 persen, misalnya pendingin udara dan sebagainya," kata Agus.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini