Share

Plesiran ke Taiwan, Yuk Kunjungi 8 Museum Menarik dan Edukatif Ini

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 21 Juli 2022 07:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 20 408 2632918 plesiran-ke-taiwan-yuk-kunjungi-8-museum-menarik-dan-edukatif-ini-9bGhQZxGMo.JPG National Center for Traditional Arts (Foto: taiwantourism.id)

TAIWAN atau Republik Tiongkok, merupakan negara yang berlokasi di Asia Timur dan dikenal dengan pasar malam dan jajanan kaki lima.

Wisatawan yang berkunjung ke negara tersebut, tentunya tak akan melewatkan destinasi wisata lainnya yang tak kalah menarik.

Tahukah Anda, di Taiwan juga terdapat museum-museum menarik yang bisa dikunjungi, sebagai salah satu destinasi ketika plesiran ke negara tersebut.

Dilansir dari laman Taiwan Tourism Bureau, berikut ini 8 museum di Taiwan yang dapat Anda jelajahi.

1. National Museum of Marine Biology & Aquarium

Berlokasi di Checheng, Pingtung. National Museum of Marine Life merupakan museum dan lembaga penelitian biologi kelautan terkemuka di Taiwan, dengan luas 60 hektare.

Museum ini dibagi menjadi tiga bagian, yakni Waters of Taiwan yang menampilkan hewan air asli Taiwan, dari perairan sekecil sungai hingga seluas laut lepas. Kemudian ada juga Coral Kingdom, yaitu merupakan terowongan bawah air sepanjang 84 meter yang menyajikan beragam ekologi terumbu karang di Laut Cina Selatan.

Lalu ada Waters of the World, di sini menampilkan ekologi laut purba, di mana bagian yang paling khas adalah jendela akrilik setinggi 10 meter dari Giant Kelp Tank, yang tertinggi di dunia.

Tak hanya itu saja. Di museum ini terdapat penguin dari Kutub Selatan dan beluga dari Kutub Utara, yang dibesarkan di museum ini. Keberadaannya sangatlah populer di kalangan wisatawan, khususnya anak-anak.

Museum Nasional Biology and Aquarium
(Foto: taiwantourism.id)

2. Juming Museum

Lalu ada Juming Museum. Didirikan oleh Ju Ming, yakni masternya seni di Taiwan yang lahir pada 1938 silam yang mendirikan museum bersejarah ini. Ia juga adalah pemahat yang terlatih sebagai pengukir kayu, dan setelah membangun nama di Taiwan dan New York.

Pada 1987 Ju Ming membeli bangunan dan area sekelilingnya, untuk dijadikan tempat penyimpanan koleksi seni pribadinya. Kemudian di tahun 1999, museum seni luar ruang terbesar di Taiwan ini resmi dibuka.

Selain menyajikan karya seni yang Indah, museum ini dikelilingi oleh hutan yang rimbun dan pemandangan yang tak terbatas membuat museum ini semakin Indah.

Museum ini menyajikan karya-karya indah dari seniman tersebut. Ju Ming sendiri yang merancang, menemukan dan membangun museum seni ini. Juming Museum pun jadi tempat favorit bagi mereka pada pecinta seni, dan abstrak.

3. Matsu Distillery

Pabrik Anggur Matsu atau Matsu Winey didirikan pada 1956. Lokasinya ada di bukit Niubeiling, tepatnya di Desa Fuxing. Memiliki tiga jenis anggur yang paling populer, yakni Anggur Daqu, Anggur Sorgum, dan Anggur Tua.

Menariknya lagi, Anggur Tua yang ada di pabrik tersebut harus disimpan terlebih dahulu selama dua tahun lamanya, sebelum akhirnya dijual.

Saat mengunjungi tempat ini, wisatawan dapat melihat langsung perjalanan waktu dari anggur khusus yang diproduksi selama era sejarah berbeda-beda. Terdapat juga anggur obat, di mana saat ini sudah tidak diproduksi lagi. Sehingga menjadi barang langka lainnya yang dipamerkan di museum tersebut.

Nantinya pengunjung juga dapat belajar, tentang sejarah dari Pabrik Penyulingan Matsu melalui presentasi film dan barang-barang yang dipajang. Selain menikmati anggur berkualitas, para pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan pegunungan yang Indah.

4. Chiayi Art Museum

Museum yang bisa Anda kunjungi di Taiwan selanjutnya, yaitu Museum Seni Chiayi. Salah satu museum terbaik di Taiwan. Bangunan museum ini mulanya dibangun pada 1936, sebagai pabrik cabang Chiayi dari Biro Monopoli Tembakau dan Anggur Taiwan.

Terletak di Distrik Timur, Kota Chiayi, Taiwan, Museum Seni Chiayi dimaksudkan untuk mendukung reputasi kota ini sebagai kota seni. Dibangun di sekitar komunitas kolektif, penataan bangunan dimaksudkan untuk menghadirkan ruang seni yang berorientasi pada masyarakat.

Kemudian museum ini menawarkan kursus, dan lokakarya tentang kaligrafi, lukisan tinta kuas, paper mache, ilustrasi, ikebana dengan sentuhan Taiwan.

5. Lukang Tianhou Temple

Lukang Tianhou Temple adalah salah satu dari tiga situs bersejarah utama di Lukang. Tepatnya pada Dinasti Ching, Jenderal Shi Lang membangun kuil pertama Dewi Laut di Taiwan. Patung di altar didatangkan dari Meizhou, China.

Ada lebih dari 1 juta orang datang ke Lukang Tianhou Temple, dengan asap dupa, wajah patung menjadi hitam, sehingga Dewi disebut juga Dewi berwajah hitam.

Lukang Tianhou Temple

(Foto: Instagram/@pearl.jenchen)

Kuil ini sangat diagungkan oleh masyarakat setempat, serta memiliki mural dan lukisan yang elegan. Di depan kuil ada kolam naga di taman kecil. Di bagian belakang kuil, terdapat museum budaya Dewi Laut yang memperkenalkan sejarah Dewi dan peran Dewi dalam masyarakat.

Selain itu, di sini juga terdapat benda-benda bersejarah yang dilestarikan di sini sangat berharga, seperti papan yang diukir oleh seorang kaisar dan pejabat Ching, foto-foto Kuil Meizhou, dan lain sebagainya.

6. National Center for Traditional Arts

National Center fo Traditional Arts adalah museum art atau kesenian yang terkenal di Tawian. Berdiri di atas tanah seluas 24 hektar, terletak di samping Sungai Dongshan yang di Indah di Yilan.

Pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai pertunjukan budaya dan seni tradisional. Selain itu, Anda juga dapat berjalan-jalan santai di antara kreasi artistik sambil mendengarkan musik. Serta menikmati pertunjukan opera, bahkan bisa berpartisipasi dalam proses kreasi artistik sendiri.

Tak hanya itu, pengunjung juga dapat menikmati pemandangan bangunan kuno yang menunjukkan suasana pemukiman tradisional di Taiwan.

7. Gold Museum

Gold Museum berlokasi di dekat kota Jinguashi. Tempat satu ini memberikan pengetahuan menarik tentang industri pertambangan emas, di mana pernah mendominasi daerah pegunungan utara itu.

Wisatawan dapat memperoleh pengetahuan terkait dengan kehidupan seorang penambang, termasuk memiliki kesempatan untuk menjelajahi Terowongan Kelima Benshan ke tempat yang sebenarnya merupakan tambang yang berfungsi.

Selain itu, ada juga pengalaman mendulang emas dan kesempatan untuk menyentuh salah satu batangan emas terbesar di dunia, dengan berat 220 kilogram.

Museum ini dikenal juga sebagai museum ekologi dan menawarkan pusat pendidikan lingkungan di lokasi. Ini juga merupakan rumah bagi contoh arsitektur era Jepang yang menakjubkan, Crown Prince Chalet.

Gold Muesum

(Foto: taiwantourism.id)

8. Tainan City Zuojhen Fossil Park

Terakhir adalah Tainan City Zuojhen Fossil Park, merupakan satu-satu museum fosil di Taiwan yang digunakan sebagai sekolah dan museum pendidikan dengan mengintegrasikan bekas Tsai-liao Fossil Museum, Natural History Educational Hall dan Natural History Educational Hall.

mengintegrasikan sains, arkeologi, pendidikan dan pariwisata, Tainan City Zuojhen Fossil Park menjadi rumah fosil dengan konteks alam dan budayanya yang unik. Hal ini mengubah Distrik Zuozhen jadi situs penting untuk studi fosil.

Koleksi yang ada dan ditampilkan di museum ini antara lain; mammoth, stegodon, rusa skia Formosa, buaya, kerang dan sebagainya, dengan koleksi fosil tulang belakang yang kaya yang telah digali di wilayah tersebut sebagai pemeran utama. Ditambah lagi dengan pameran lainnya, seperti tengkorak manusia Zuozhen, kerangka Hayasaka Rhino yang direstorasi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini