Share

Catat! Ini Sederet Bahayanya jika Pilot Konsumsi Alkohol Sebelum Terbang

Novie Fauziah, Jurnalis · Sabtu 23 Juli 2022 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 21 406 2634052 catat-ini-sederet-bahayanya-jika-pilot-konsumsi-alkohol-sebelum-terbang-C7YcMjXFqy.jpg Ilustrasi pilot (Pixabay)

PILOT sangat dituntut untuk selalu menjaga kesehatannya agar bisa dalam kondisi prima dan bugar saat bekerja, sehingga bisa berkonsentrasi penuh saat mengendalikan pesawat. Salah satunya dengan mengurangi konsumsi alkohol.

Alkohol memang bisa membuat perubahan perilaku dan berpengaruh terhadap kesehatan tubuh, apalagi jika dikonsumsi berlebihan, maka akibatnya bisa mabuk atau tak sadarkan diri.

Pilot memang diboleh mengonsumsi alkohol dalam takaran wajar, tapi waktunya jangan terlalu dekat dengan jadwal penerbangan.

 BACA JUGA: Detik-Detik Pesawat Citilink Mendarat Darurat di Bandara Juanda, Pilot Meninggal

Meski demikian, alkohol memang tidak baik bagi kesehatan dan sangat berisiko jika dikonsumsi, apalagi oleh pilot. Pasalnya pilot jadi salah satu penentu keselamatan penerbangan.

Jika pilot berbuat kesalahan di pesawat semisal kurang berkonsentrasi, maka keselamatan penumpang jadi taruhan.

 

Melansir dari Sky Bray, ada sederet risiko bisa terjadi pada pilot bila gemar mngonsumsi alkohol.

Alkohol saat diminum akan sangat cepat diserap ke dalam darah dan jaringan tubuh lainnya. Proses detoksifikasi menjadi melambat.

Selain itu efek merusak jika mengonsumsi alkohol akan terlihat dan hanya dibutuhkan sekitar 3 jam untuk menghilangkan efeknya tersebut.

 BACA JUGA:Catat! 10 Alasan Mengapa Pilot Adalah Profesi yang Membanggakan

Kemudian efek lainnya jika pilot terlalu sering minum alkohol, mengakibatkan gangguan dalam darah, khususnya pada penyerapan normal oksigen oleh jaringan. Kemudian juga dapat mengakibatkan hipoksia histotoksik.

Hal tersebut karena penurunan tekanan kabin di ketinggian telah mengurangi kemampuan hemoglobin untuk menyerap oksigen (Hipoksia Hipoksia).

Efek alkohol dalam darah, selama penerbangan di ketinggian kabin yang tinggi, akan jauh lebih berbahaya dibandingkan saat didarat maupun di laut.

Baca Juga: Masyarakat Depok Terbantu BLT BBM

Meskipun penggunaannya lazim dan dapat diterima di masyarakat, namun seharusnya tidak mengejutkan. Di mana bahwa masalah muncul dalam penggunaan alkohol dalam kinerja aktivitas akan terganggu, khususnya yang berhubungan dengan keselamatan, seperti mengemudikan mobil atau menerbangkan pesawat.

Maka bisa disimpulkan, mengonsumsi alkohol menurunkan kemampuan otak untuk menggunakan oksigen. Efek merugikan ini dapat diperbesar sebagai akibat dari paparan simultan terhadap ketinggian, yang ditandai dengan penurunan tekanan parsial oksigen.

 ilustrasi

Lalu gejala visual yang terlihat pada pilot termasuk ketidakseimbangan otot mata, yang menyebabkan penglihatan ganda dan kesulitan fokus.

Jika variabel lain ditambahkan, seperti kurang tidur, kelelahan, penggunaan obat-obatan, hipoksia ketinggian, atau terbang di malam hari atau dalam cuaca buruk, efek negatifnya akan meningkat secara signifikan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini