Share

Nikmatnya Wisata Kuliner Olahan Ikan Kali Progo, Bikin Pengen Nambah!

Trisna Purwoko, Jurnalis · Minggu 24 Juli 2022 06:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 22 301 2634433 nikmatnya-wisata-kuliner-olahan-ikan-kali-progo-bikin-pengen-nambah-OxygJkDHcJ.jpg Olahan Ikan Progo Wisata Kuliner Lezat di Bantul (dok MPI/Trisna)

KABUPATEN Bantul memiliki banyak potensi kuliner unik yang layak untuk dicicipi. Salah satunya aneka olahan ikan dari Sungai progo yang ditawarkan rumah makan Ndalem Suryantan.

Warung ini berada di pinggir Sungai Progo yang ada di Dusun Mangir, Desa Sendangsari, Pajangan, Bantul.

Rumah makan ini didirikan sejak 2018 dengan mempertahankan suasana asri pinggir sungai. Rimbunnya pohon menjadikan suasana menjadi lebih sejuk dan cocok untuk menikmati kuliner yang ditawarkan.

“Ibu saya Sarima biasa dipanggil Ibu Angkat oleh warga sini dikenal sebagai pedagang olahan ikan kali khusus wader goreng yang ditangkap dari Kali Progo,” kata Saryanto, pemilik rumah makan.

infografis

Usaha ini dirintis pascagempa 2006 silam. Saat itu banyak orang menilai dirinya nekat membuka usaha di pinggir sungai. Apalagi rumahnya berjarak 500 meter dari lokasi. Saat itu dia membeli tanah dengan harga Rp150.000 per meter lebih tinggi dari harga pasaran yang hanya Rp50.000.

Dia berani membeli mahal karena ingin mengembangkan usaha kuliner memanfaatkan kemampuan ibunya dalam mengolah ikan.

Saryanto juga membiarkan pepohonan tumbuh liar di depannya. Dia kemudian membangun bangunan inti berupa joglo untuk tempat pertemuan. Kemudian beberapa tempat makan dan pondok yang disebar di beberapa titik.

“Konsepnya adalah rumah makan di pinggir kali. Sambil menikmati kuliner bisa menikmati guguran daun, atau peternak yang lewat usai mencari rumput,”katanya. 

Menu andalan yang ditawarkan berupa Ikan Wader, olahan Ikan Kutuk (Gabus) maupun Ikan Sidat. Satu porsi makanan dibanderol dengan harga Rp20.000 sampai dengan Rp30.000.

“Khusus Ikan Wader hanya menyajikan ikan yang ditangkap dari Kali Progo karena dagingnya lebih liat dan teksturnya lebih kenyal. Bumbunya juga menggunakan aneka rempah agar lebih terasa,” ujarnya.

Setiap harinya, Saryanto bisa mendapatkan upah antara Rp500.000 sampai satu juta. Pengunjung yang datang tidak hanya mencari menu makanan saja, namun banyak yang kanegn dengan suasana alam desa.

“Jumlah pengunjung terus bertambah, banyak yang datang untuk bersantai atau rapat,” ujarnya.

Salah satu penikmat kuliner Atmikawati mengaku sering datang bersama keluarganya. Kebetulan keluarganya gemar makan ikan dalam berbagai jenis olahan. Disamping itu bumbunya juga meresap dan harganya pas di kantong.

"Selain rasanya enak, harganya juga pas dan cocok untuk santai," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini