Share

4 Negara di Asia yang Terancam Bangkrut Seperti Sri Lanka

Novie Fauziah, Jurnalis · Minggu 24 Juli 2022 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 22 408 2634649 4-negara-di-asia-yang-terancam-bangkrut-seperti-sri-lanka-d4IVbwFSVW.jpg Warga Sri Lanka hidup dalam krisis setelah negaranya bangkrut (Foto EPA)

SRI Lanka mengalami bangkrut karena tak mampu membayar utang negara akibat pemerintahannya yang korup. Selain Sri Lanka, ternyata ada empat negara lain di Asia yang juga terancam bangkrut.

Pandemi COVID-19 salah satu pemicu negara dalam kondisi rawan bangkrut. Banyak negara mengalami resesi akibat pandemi. Selain itu, faktor perang juga jadi sebab lain negara diambang krisis.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut empat negara di Asia yang terancam bangkrut seperti Sri Lanka.

1. Turki

Keindahan Turki dengan bangunan bersejarah, hingga tempat-tempat wisata lainnya membuat negara ini selalu menarik perhatian wisatawan mancanegara (wisman) untuk berkunjung. Akan tetapi dibalik itu semua, saat ini Turki tengah dilanda krisis dan hampir bangkrut.

 BACA JUGA:4 Negara yang Bangkrut karena Utang, Harus Jadi Pelajaran Buat Indonesia

Memburuknya keuangan pemerintah dan meningkatnya defisit neraca perdagangan, serta modal di Turki telah memperparah keadaan negara tersebut. Di mana saat ini negara perpaduan Asia dan Eropa itu tengah terlilit utang tinggi, inflasi lebih dari 60 persen, ditambah lagi tingkat penganggurannya ikut tinggi.

ilustrasi

2. Pakistan 

Selanjutnya adalah Pakistan, jadi salah satu negara di Asia yang hampir bangkrut. Nasibnya hampir sama dengan Sri Lanka, di mana Pakistan melakukan mendesak dengan IMF, dan setelah pemerintah Perdana Menteri Imran Khan digulingkan pada April lalu.

Selain itu, melonjaknya harga minyak mentah mendorong naiknya harga bahan bakar. Sehingga membuat naik biaya lainnya, mendorong inflasi hingga lebih dari 21 persen.

3. Afghanistan

Seperti diketahui, bahwa Afghanistan merupakan negara konflik terlebih saat dikuasai oleh Taliban.Negara ini terhuyung-huyung akibat krisis ekonomi yang mengerikan sejak Taliban mengambil kendali ketika AS dan sekutu NATO-nya menarik pasukan mereka tahun lalu.

Kemudian ]bantuan asing—yang telah lama menjadi andalan berhenti praktis dalam semalam dan pemerintah memberlakukan sanksi, menghentikan transfer bank dan melumpuhkan perdagangan, menolak untuk mengakui pemerintah Taliban.

Sementara pemerintahan Biden membekukan USD7 miliar cadangan mata uang asing Afghanistan yang disimpan di Amerika Serikat. Sekitar setengah dari 39 juta penduduk negara itu menghadapi tingkat kerawanan pangan yang mengancam jiwa dan sebagian besar pegawai negeri.

Termasuk dokter, perawat, dan guru, tidak dibayar selama berbulan-bulan. Sebuah gempa bumi baru-baru ini menewaskan lebih dari 1.000 orang, menambah kesengsaraan itu.

 

4. Laos

Lalu ada Laos, negara Asia Tenggara yang terkunci di tengah daratan itu telah menghadapi risiko gagal bayar pinjaman luar negerinya selama beberapa bulan.

Saat ini, kenaikan harga minyak karena serangan Rusia ke Ukraina telah menambah tekanan pada pasokan bahan bakar. Hal ini juga mendorong naiknya harga bahan pangan di negara dengan 7,5 juta penduduk itu.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini