Share

Tiket ke Pulau Komodo Rp3,75 Juta Diprotes, Sandiaga Uno Siap Diskusi dengan Pelaku Parekraf

Novie Fauziah, Jurnalis · Minggu 24 Juli 2022 09:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 23 406 2634870 tiket-ke-pulau-komodo-rp3-75-juta-diprotes-sandiaga-uno-siap-diskusi-dengan-pelaku-parekraf-Ri8nVRcH1w.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Dok. Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, pihaknya akan menyiapkan ruang-ruang untuk berdiskusi.

Serta menyerap aspirasi yang luas, bersama seluruh stakeholder. Khususnya para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di kawasan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketersediaan ruang untuk berdiskusi tersebut, berkaitan dengan pemberlakuan tarif baru bagi wisatawan di Taman Nasional (TN) Komodo.

Di mana hal tersebut menimbulkan pro dan kontra, terlebih bagi masyarakat di NTT yang dianggap akan mempersulit wisatawan untuk berwisata ke kawasan tersebut, karena tiket terusan yang akan diberlakukan dianggap terlalu tinggi.

Sandiaga menjelaskan, bahwa pihaknya siap berdialog dengan pelaku parekraf di kawasan Labuan Bajo dan TN Komodo. Agar kebijakan tarif yang ditetapkan sebagai upaya konservasi bisa diterima oleh masyarakat sekitar.

“Saya siap berdiskusi untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada para pelaku parekraf di Labuan Bajo, bahwa kenaikan harga tiket ini tentunya harus kita letakan kepada isu konservasi,” ujar Sandiaga dalam keterangan resminya usai mendampingi Kunjungan Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.

Sebelumnya, pemerintah menerapkan tarif baru masuk Pulau Komodo dan Pulau Padar senilai Rp3,75 juta mulai 1 Agustus 2022. Sandiaga menambahkan, berdasarkan studi kawasan taman nasional tersebut, memiliki carrying capacity yang terbatas.

“Oleh karena itu diputuskan akan ada pembatasan kunjungan hanya 200 ribu kunjungan per tahun. Selain konservasi, ada juga aspek pendidikan dan penelitian agar jumlah komodo yang saat ini tercatat sebanyak 3.300 tidak menurun tapi dipertahankan,” terangnya.

Baca Juga: Masyarakat Depok Terbantu BLT BBM

Menurut Sandiaga, apabila wisatawan ingin melihat komodo tentunya bisa melihat ke Pulau Rinca. Bahkan sesuai arahan Presiden RI menjelaskan, (komodo) bentuk dan ukurannya sama tak ada yang berbeda dengan yang ada di Pulau Komodo.

“Tapi kalau ingin ke Pulau Komodo atau ke Pulau Padar tentunya harus dibebani biaya kontribusi konservasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata Sandiaga, ada kompensasi bagi wisatawan yang sudah memesan dan membayar ke travel agent yang ingin berkunjung sebelum kebijakan ini diterapkan pada 1 Agustus 2022.

“Oleh karenanya, target yang disampaikan Presiden bahwa Pulau Rinca segera dipastikan rampung dalam waktu dekat. Ini dikarenakan menjadi alternatif kunjungan wisatawan selain ke Pulau Komodo, dan Pulau Padar bagi wisatawan.

“Namun untuk wisatawan yang sudah booking dan membayar ke travel agent sebelum kebijakan ini ditetapkan akan diberikan tenggat waktu sampai akhir Desember. Jadi jangan khawatir kawasan Pulau Rinca akan segera diselesaikan dan dibuka untuk wisatawan,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini