Share

4 Tradisi Malam 1 Suro di Jawa, Kirab Kebo Bule hingga Bersihkan Benda Pusaka

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 25 Juli 2022 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 24 406 2635234 4-tradisi-malam-1-suro-di-jawa-kirab-kebo-bule-hingga-bersihkan-benda-pusaka-DYfOebyd89.jpg Tradisi Kirab Suro (dok ANTARA)

MALAM 1 Muharram atau 1 Suro biasanya setiap daerah memiliki kebiasaan, atau tradisi dalam menyambutnya.

Terlebih ritual-ritual secara turun temurun akan dilaksanakan setiap tahunnya. Momen tersebut biasanya dilakukan sebagai waktu untuk introspeksi diri, dan lebih mendekatkan kepada Tuhan.

Oleh karenanya, berikut ini ragam tradisi dalam menyambut malam 1 Suro dirangkum MNC Portal:

Topo Bisu Mubeng Beteng, Yogyakarta

Masyarakat Yogyakarta pada malam 1 Suro, akan melakukan tradisi Topo Bisu Mubeng Beteng. Yakni suatu kepercayaan, mereka akan berjalan mengitari benteng Keraton tanpa menimbulkan suara sedikitpun.

Tradisi ini dilakukan sebagai suatu evaluasi diri yang diperbuat selama satu tahun. Biasanya Topo Bisu Mubeng Beteng ini dilakukan tengah malam atau bertepatan pada pukul 24.000 WIB.

infografis

Membersihkan Benda Pusaka, Jawa Tengah

Selanjutnya, pada malam 1 Suro masyarakat Jawa Tengah akan melakukan pembersihan atau mencuci benda pusaka, sebagai ritual wajib saat malam tersebut. Benda-benda yang dibersihkan pada malam 1 Suro yaitu mulai dari keris, batu cincin, hingga sepeda-sepeda tua yang diturunkan secat turun menurun.

Follow Berita Okezone di Google News

Kirab Kebo Bule, Surakarta, Jawa Tengah

Surakarta atau Solo memiliki tradisi khusus saat malam 1 Suro, yaitu Kirab Kebo Bule yang dilaksanakan di Keraton Kasunanan Surakarta. Pada tradisi ini, nantinya masyarakat akan ikut mengarak kerbau dan berusaha menyentuh hewan ternak tersebut. Hal ini diyakini akan mendapatkan keberkahan setelah menyentuhnya.

Pembacaan Babad Cirebon, Cirebon, Jawa Barat

Cirebon juga memiliki tradisi khas saat malam 1 Suro. Badad Cirebon atau sejarah Cirebon akan dibacakan pada waktu sakral tersebut. Biasanya, prosesi ini digelar oleh keluarga Keraton Kanoman, Cirebon.

Kemudian mereka akan menarik replika kereta Paksi Nagaliman, dimana dulunya digunakan oleh Sunan Gunung Djati sebagai kendaraannya. Kereta tersebut diarak dari Keraton Kanoman, menuju makam Sunan Gunung Djati. Ritual ini dilakukan sebagai simbol meminta keselamatan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini