Share

Embun Es Selimuti Gunung Bromo, Suhu Capai 2 Derajat Celsius

Avirista Midaada, Jurnalis · Senin 25 Juli 2022 20:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 25 406 2636114 embun-es-selimuti-gunung-bromo-suhu-capai-2-derajat-celsius-t6VNmOXwJ7.jpg Gunung Bromo (Freepik)

FENOMENA embun es atau frost kembali muncul di Gunung Bromo, Jawa Timur akibat penurunan suhu yang ekstrem. Pemandangan tersebut bisa dilihat wisatawan pada pagi dan sore di atas ketinggian 500 MDPL.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Hubungan Masyarakat Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), Syarif Hidayat mengatakan bahwa suhu udara di kawasan TNBTS kini berkisar 2 hingga 6 derajat celcius.

 BACA JUGA:Berapa Jumlah Anak Tangga yang Harus Dinaiki untuk Sampai ke Puncak Gunung Bromo?

"Embun es ini terjadi saat pagi hari, sebelum matahari terbit di sekitar Bromo dan Ranu Pani," kata Syarif saat ditemui di Universitas Brawijaya Malang, Senin (25/7/2022).

Menurutnya, fenomena embun es kerap kali terjadi tiap tahun pada Juli hingga Agustus. Pengunjung diminta mempersiapkan diri di tengah dinginnya suhu udara di kawasan Gunung Bromo.

 

"Seiring dengan adanya fenomena ini BB TNBTS menghimbau agar pengunjung mempersiapkan baju hangat yang memadai, seperti jaket dan sarung tangan. Kemudian makanan, minuman, dan obat-obatan untuk mengantisipasi kebutuhan fisik," tuturnya.

 BACA JUGA:Videonya Viral, Joki Kuda Pemalak Wisatawan Rp50.000 di Bromo Akhirnya Minta Maaf

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Karangploso, Edythya Ferlani Wua mengatakan fenomena penurunan suhu itu hampir terjadi di seluruh Jawa Timur, yang disebabkan masuknya musim kemarau.

"Musim kemarau identik dengan hawa dingin karena angin timuran yang berasal dari Australia membawa udara dingin melewati Indonesia," katanya.

Selain itu, awan di langit lebih sedikit atau cenderung cerah. Sehingga Tidak ada penghalang udara ke permukaan bumi.

"Sebab awan ini sebenarnya berperan sebagai selimut di langit," jelasnya.

 ilustrasi

Ferlani menyebut, setiap tahun pada bulan Juli suhu minimumnya rendah atau dingin. Kondisi itu biasanya berlangsung hingga bulan September.

"Suhu ini bisa jadi lebih dingin ketika bulan Agustus, karena bulan Agustus diperkirakan puncak musim kemarau," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini