Share

Ritual Unik Proses Pemakaman di Toraja, Ada Mayat Berjalan Sendiri

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 28 Juli 2022 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 27 408 2637115 ritual-unik-proses-pemakaman-di-toraja-ada-mayat-berjalan-sendiri-fn3kJctnnl.JPG Tradisi Rambu Solo khas Toraja, Sulawesi Selatan (Foto: Instagram/@ronitrapa)

BERAGAM ritual unik proses pemakaman di Toraja yang perlu diketahui. Masyarakat suku Toraja di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan punya tradisi khusus pemakaman anggota keluarganya. Ritual itu bernama Rambu Solo.

Rambu Solo dilaksanakan sebagai penghormatan terakhir bagi mereka yang telah pergi selama-lamanya. Jika tradisi ini belum terlaksana hingga tuntas, warga Toraja percaya orang meninggal belum sepenuhnya pergi.

Sebelum Rambu Solo selesai dilaksanakan, mereka masih terus mempelakukan mayat seperti orang sakit. Seperti misalnya dibiarkan terbaring di tempat tidur serta disediakan makanan dan minuman.

Nama lain dari Rambu Solo adalah Aluk Rampe Matampu. Upacara adat ini dilakukan ketika matahari mulai tergelincir alias terbenam. Sinar matahari yang meredup diartikan sebagai rasa duka usai orang terkasih tutup usia.

Tradisi Rambu Solo
(Foto: Instagram/@miracletoraja_official)

Upacara Rambu Solo cukup memakan biaya yang tak sedikit. Setiap melaksanakan prosesi adat tersebut, diharuskan menyembeli kerbau, babi, dan waktu pelaksanaan pun cukup lama. Inilah mengapa biaya yang dikeluarkan ekstra banyak.

Selain Rambu Solo, beragam ritual unik proses pemakaman di Toraja juga ada yang lebih menarik. Salah satunya tradisi Ma'Nene dan tradisi mayat berjalan di Tana Toraja. Indonesia memiliki berbagai macam suku dan juga budaya. Sehingga tak heran jika kita dapat menemukan berbagai macam tradisi pula.

Salah satu tradisi yang masih terjaga hingga kini adalah tradisi Ma'Nene dan mayat berjalan. Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Baruppu di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Ma’Nene juga biasa disebut sebagai tradisi membersihkan jenazah.

Tradisi Ma'Nene merupakan tradisi untuk membersihkan jenazah leluhur yang telah meninggal puluhan hingga ratusan tahun yang lalu.

Selain membersihkan jasad, tradisi ini juga mengharuskan pengikutnya untuk mengganti baju jenazah. Sedangkan, tradisi mayat berjalan merupakan bagian dari acara Ma'Nene.

Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Baruppu setiap tiga tahun sekali dan dilakukan secara serentak dengan warga desa lain. Hal ini dilakukan karena prosesi Ma'Nene yang cukup lama, yaitu bisa mencapai satu pekan.

Sedangkan untuk waktu pelaksanaannya biasanya dilakukan pada bulan Agustus, yaitu setelah musim panen. Ma'Nene tidak boleh dilakukan sebelum masa panen karena dianggap bisa membawa sial bagi hasil panen, seperti sawah dan ladang mengalami kerusakan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini