Share

Ngeri, Pramugari Temukan Kepala Ular di Makanan Pesawat

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Jum'at 29 Juli 2022 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 28 549 2637774 ngeri-pramugari-temukan-kepala-ular-di-makanan-pesawat-1txdKJaSUf.jpg Ilustrasi pesawat (dok. Freepik)

PRAMUGARI menemukan kepala ular di dalam makanan pesawat membuat banyak publik merasa ngeri. Mendapatkan makanan ketika penerbangan merupakan hal yang umum.

Banyak maskapai penerbangan yang memberikan pelayanan tersebut. Namun, apa jadinya jika makanan yang diterima berisi kepala ular? Hal tersebut tentu membuat siapa saja yang melihatnya bergidik ngeri.

Kepala ular dalam makanan tersebut ditemukan oleh seorang pramugari dari sebuah maskapai penerbangan Turki, SunExpress.

SunExpress adalah maskapai penerbangan yang berdiri tahun 1989. Perusahaan ini merupakan patungan dari Turkish Airlines dan Lufthansa. Maskapai penerbangan yang satu ini memiliki lebih dari 5.000 orang pekerja dan telah melayani lebih dari 90 lokasi di seantero Eropa dan sekitarnya.

Dikutip dari The Sun, kejadian mengerikan ini terjadi saat perjalanan dari Ankara ke Dusseldorf. Pramugari tersebut tengah membuka makanan yang akan ia konsumsi dan tiba-tiba menemukan potongan kepala ular.

Pesawat

Sebelum kejadian ini pernah ada seorang karyawan yang juga menemukan kumbang dan siput di dalam makanannya. Hal ini tentu menuai perhatian dan mendorong karyawan lain melakukan protes terhadap layanan makanan yang dianggap buruk.

Perusahaan penerbangan SunExpress yang berbasis di Antalya, Turki, memberikan sebuah tanggapan, “adalah prioritas utama kami bahwa layanan yang kami berikan kepada tamu kami di pesawat kami memiliki kualitas tertinggi dan bahwa tamu dan karyawan kami memiliki pengalaman penerbangan yang nyaman dan aman.”

Baca Juga: Masyarakat Depok Terbantu BLT BBM

Pihaknya juga mengatakan jika tuduhan dan pemberitaan tersebut tidak dapat diterima. Karena maskapainya memiliki prioritas untuk mengedepankan standar layanan yang tinggi.

SunExpress juga tengah melakukan penyelidikan secara detail terkait kejadian tersebut.

“Tuduhan dan pemberitaan pers mengenai layanan makanan dalam penerbangan benar-benar tidak dapat diterima dan penyelidikan terperinci telah dimulai tentang masalah ini," ujar pihak SunExpress.

Menanggapi hal tersebut, Sancak Inflight Services selaku penyedia layanan katering untuk maskapai SunExpress memberikan tanggapan bahwa pihaknya tidak bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Hal ini karena pihaknya memiliki standar memasak yang tinggi. Yaitu pada suhu 280 derajat celcius, sehingga tidak akan ada benda asing atau ular bisa masuk ke dalam dapur mereka.

Sancak Inflight Services juga mengatakan jika SunExpress merupakan klien yang berharga, sehingga tidak mungkin mereka melakukan hal tersebut.

SunExpress berujar jika kejadian adanya kepala ular di dalam makanan bisa saja terjadi karena ada yang menambahkannya ke piring.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini