Share

Misteri Bloody Mary, Kisah Hantu yang Melegenda di Dunia

Ajeng Wirachmi, Jurnalis · Minggu 31 Juli 2022 01:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 29 406 2638741 misteri-bloody-mary-kisah-hantu-yang-melegenda-di-dunia-jxlVdyLmgm.jpg ilustrasi (stutterstock)

SEBAGIAN besar masyarakat dunia sudah mendengar kisah mengenai Bloody Mary. Sampai detik ini, perdebatan masih banyak terjadi, terkait apakah kisah ini merupakan legenda atau mitos semata.

Bloody Mary adalah sosok hantu terkenal sekaligus misteri di dunia barat. Apabila seseorang ingin bertemunya, konon cukup dengan mengucapkan namanya sebanyak 3 kali di depan cermin.

Keadaan cahaya haruslah temaram dalam suasana hening. Setelah itu, orang yang memanggil namanya itu konon bisa bertemu dengan sosok hantu perempuan berwujud sangat menyeramkan.

Muncul beragam pendapat mengenai Bloody Mary. Ada yang menyebut Bloody Mary adalah arwah seorang ibu muda penganut ilmu hitam, bahkan sampai hati mengorbankan anaknya demi hal tersebut.

Sayangnya, perbuatan Mary diketahui orang banyak sehingga membuatnya disiksa hingga tewas. Setelah kematiannya, Maru menebar teror dalam bentuk menyeramkan.

Namun, pihak lain mengaitkan cerita misteri ini dengan salah satu keluarga Kerajaan Inggris, Mary Tudor.

Mengutip dari Britannica, Mary Tudor adalah anak Raja Henry VIII dan istrinya yang berasal dari Spanyol, Putri Catherine of Aragon.

Kehidupan Mary, sang putri kelahiran Greenwich, 18 Februari 1516 ini bisa dikatakan kacau. Sebab, ayahnya sering sekali menikah dengan alasan menginginkan anak laki-laki sebagai penerusnya.

Baca Juga: Dua Kapal Ikan Asing Pelaku IUU Fishing Berhasil Diamankan BAKAMLA dan KKP RI

Raja Henry VIII khawatir bila tidak mempunyai anak laki-laki, maka keturunannya tidak bisa terus berada di kursi raja.

Meskipun begitu, Mary adalah seorang anak yang cerdas dan dididik sangat baik oleh ibunya. Mary kemudian berhasil duduk sebagai Ratu Inggris dan dikenal dengan Mary I.

ilustrasi

Ia memerintah di tahun 1553 dan terkenal sebagai pemimpin kejam. Mary gencar memberlakukan dan menegakkan kembali agama Katolik. Artinya, ia memprioritaskan agama di atas segalanya. Orang-orang penganut Protestan yang menentang Mary dihukum dan dibakar di tiang pancang.

Majalah Smithsonian menyebut, jumlah orang Protestan yang dibakar mencapai 280 orang. Maka dari itu, Mary dikenal luas dengan sebuat ‘Bloody Mary’. Mary meninggal dunia pada 17 November 1558 di St. James Palace, London.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini