Share

Pelaku Wisata di Labuan Bajo Mogok, Sandiaga: Mari Duduk Bersama Mencari Solusi

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 01 Agustus 2022 20:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 01 406 2640259 pelaku-wisata-di-labuan-bajo-mogok-sandiaga-mari-duduk-bersama-mencari-solusi-XjW1wGr32J.jpg Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno saat Weekly Press Briefing (Okezone.com/Novie Fauziah)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menanggapi aksi mogok yang dilakukan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur sebagai bentuk protes atas kenaikan harga tiket masuk Taman Nasional Komodo.

Sandiaga mengajak para pelaku wisata tersebut untuk berdialog mencari solusi bersama. Kemenparekraf mengaku membuka ruang diskusi dengan pelaku parekraf.

 BACA JUGA:Harga Tiket Masuk Pulau Komodo Naik, 10.000 Wisatawan Batal Kunjungi Labuan Bajo

"Mari kita duduk bersama-sama mencari solusi, kita membuka ruang dialog itu," kata Sandiaga dalam Weekly Press Briefing Kemenparekraf di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (1/8/2022).

Sandiaga menegaskan bahwa Kemenparekraf bertanggung jawab terhadap keberlangsungan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) di Taman Nasional Komodo dan sekitarnya.

 

Sebelumnya, pemerintah menetapkan tarif baru masuk Pulau Komodo dan Pulau Padar senilai Rp3,75 juta per tahun mulai 1 Agustus 2022. Tarif ini dinilai sangat mahal dan akan membuat banyak wisatawan enggan ke Labuan Bajo.

Para pelaku wisata di NTT menggelar aksi mogok meminta pemerintah membatalkan kenaikan tarif baru masuk Taman Nasional Komodo. Tapi, pemerintah beralasan sengaja menaikkan tarif masuk TN Komodo untuk kebutuhan konservasi.

 BACA JUGA:Mau Lihat Komodo dengan Tarif Lama? ke Pulau Rinca Saja

Menurut Sandiaga, berdasarkan studi bahwa kawasan Taman Nasional tersebut memiliki carrying capacity atau daya dukung lingkungan yang terbatas, sehingga perlu dibatasi jumlah kunjungan orang.

“Oleh karena itu diputuskan akan ada pembatasan kunjungan hanya 200 ribu kunjungan per tahun. Selain konservasi, ada juga aspek pendidikan dan penelitian agar jumlah komodo yang saat ini tercatat sebanyak 3.300 tidak menurun tapi dipertahankan,” terangnya.

Menurut Sandiaga, apabila wisatawan ingin melihat komodo tentunya bisa melihat ke Pulau Rinca. Bahkan sesuai arahan Presiden RI menjelaskan, (komodo) bentuk dan ukurannya sama tak ada yang berbeda dengan yang ada di Pulau Komodo.

“Tapi kalau ingin ke Pulau Komodo atau ke Pulau Padar tentunya harus dibebani biaya kontribusi konservasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata Sandiaga, bahwa ada kompensasi bagi wisatawan yang sudah memesan dan membayar ke travel agent yang ingin berkunjung sebelum kebijakan ini diterapkan pada 1 Agustus 2022.

“Oleh karenanya, target yang disampaikan Presiden bahwa Pulau Rinca segera dipastikan rampung dalam waktu dekat. Ini dikarenakan menjadi alternatif kunjungan wisatawan selain ke Pulau Komodo, dan Pulau Padar bagi wisatawan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini