Share

Lampaui Target, Kunjungan Wisatawan ke Kota Malang Tembus 5,9 Juta!

Avirista Midaada, Jurnalis · Kamis 04 Agustus 2022 01:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 03 406 2641044 lampaui-target-kunjungan-wisatawan-ke-kota-malang-tembus-5-9-juta-cRCG9bM3c2.JPG Objek wisata Kampung Warna Warni di Malang, Jawa Timur (Foto: MPI/Avirista Midaada)

PELONGGARAN aturan perjalanan imbas turunnya kasus Covid-19 berimbas pada lonjakan kunjungan wisatawan di Kota Malang selama semester pertama tahun 2022.

Tercatat di bulan Januari-Juni 2022 sebanyak 5,9 juta wisatawan yang berkunjung ke Kota Malang.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni mengungkapkan, lonjakan wisatawan ini diakui melampaui target tiga kali lipat dari Disporapar Kota Malang, karena masih berada di masa pandemi Covid-19. Pihak Disporapar awalnya menargetkan ada 1,9 juta wisatawan berkunjung ke Kota Malang, atau mengalami kenaikan hampir tiga kali lipat.

“Semula kami perkiraan masyarakat masih ragu beraktivitas karena pandemi, ternyata situasinya semakin baik. Lonjakan tamu terjadi sejak Maret lalu,” kata Ida Ayu ditemui MNC Portal.

Menurutnya, data wisatawan itu berdasarkan jumlah tamu yang menginap di seluruh hotel maupun penginapan yang ada di Kota Malang. Dari jumlah 5,9 juta wisatawan itu, baru 109 wisatawan mancanegara yang tercatat datang ke Kota Malang.

Kampung Warna Warni di Malang
(Foto: MPI/Avirista Midaada)

“Tamu hotel itu didominasi kegiatan pertemuan rapat. Biasanya kan usai pertemuan mereka juga berwisata,” ujar dia.

Jumlah ini diperkirakan masih akan terus meningkat selama triwulan kedua di bulan Juli sampai Oktober 2022. Sebab, suguhan sejumlah event wisata hingga keberadaan kampung tematik yang bersolek. Selain itu kemunculan Kayutangan Heritage juga turut menaikkan jumlah pelancong yang berkunjung.

Pemerintah Kota Malang sendiri telah menyiapkan kalender wisata sepanjang 2022 ini. Berbagai event digelar di banyak titik, mulai dari parade budaya, sejumlah festival dan lain sebagainya, yang diselenggarakan di kampung wisata maupun di ruang publik seperti di Kayutangan Heritage.

“Setiap bulan ada kegiatan pariwisata. Tugas kami mempromosikan itu untuk menarik minat wisatawan,” ujarnya.

Sementara, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki, mengatakan, tingkat okupansi hotel sepanjang tahun ini rata-rata sudah menyentuh 60 persen di hari biasa. Saat akhir pekan bisa naik sampai 80 persen.

“Sudah seperti situasi semula. Tapi ni belum mencapai puncaknya, perkiraan kami Oktober nanti bisa lebih ramai lagi,” ujar Agoes.

Ia berharap seluruh kampung wisata tematik di Kota Malang rutin menggelar berbagai even kegiatan. Agar industri pariwisata kembali hidup dan menggelair dan itu turut berdampak pada perekonomian masyarakat.

“Semua juga harus patuh protokol kesehatan agar situasi bisa tetap seperti sekarang ini,” kata dia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini