Share

Aksi Mogok Berakhir, Pelaku Wisata di Labuan Bajo Kembali Layani Wisatawan

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 03 Agustus 2022 19:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 03 406 2641539 aksi-mogok-berakhir-pelaku-wisata-di-labuan-bajo-kembali-layani-wisatawan-3Z8svjRBmL.jpg Turis asing di Labuan Bajo, NTT (BPOLBF)

BADAN Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mengklaim bahwa aksi mogok pelaku pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur sudah berakhir dan mereka kembali beroperasi normal melayani wisatawan.

Sebelumnya para pelaku pariwisata melancarkan aksi mogok dan unjuk rasa untuk memprotes kenaikan harga tiket masuk Taman Nasional Komodo yang mencapai Rp3,75 juta per tahun dan berlaku mulai 1 Agustus 2022.

BPOLBF menyebutkan para pelaku pariwisata telah sepakat menghentikan aksi mogok massal setelah 19 asosiasi pariwisata yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Pariwisata Manggarai Barat (Formapp Mabar) membuat kesepakatan dengan Pemda Manggarai Barat dan Polres Manggarai Barat.

 BACA JUGA:Harga Tiket Masuk Pulau Komodo Naik, 10.000 Wisatawan Batal Kunjungi Labuan Bajo

Direktur Utama BPOLBF, Shana Fatina mengatakan bahwa aktivitas di sejumlah fasilitas umum di Labuan Bajo, seperti bandara dan pelabuhan telah berjalan normal kembali tanpa gangguan.

Wisatawan juga terlihat nyaman dengan kondisi Labuan Bajo saat ini, kegiatan tour dan pelayaran kembali berjalan seperti sedia kala.

 

“Intinya semua bersepakat menjaga kamtibmas di Labuan Bajo, dan telah mencabut kesepakatan asosiasi pelaku wisata per tanggal 30 Juli dan memulai kembali aktivitas per tanggal 3 Agustus 2022,” katanya dalam keterangan pers, Rabu (3/8/2022).

Lebih lanjut, kata Shana, para pelaku pariwisata juga menyatakan akan melakukan pengawasan independen kepada PT. Flobamor dan setiap tahun mengevaluasi kerja perusahaan BUMD milik Pemprov NTT yang mengelola jasa wisata Pulau Komodo itu.

 BACA JUGA:Pelaku Wisata di Labuan Bajo Mogok, Sandiaga: Mari Duduk Bersama Mencari Solusi

Apabila kebijakan ini berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat Manggarai Barat, sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Shana menyebut hal ini tidak hanya untuk pelaku pariwisata, BPOLBF bersama Pemda Manggarai Barat dan semua pemangku kepentingan juga akan melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja rencana pengelolaan tersebut kedepan. Sehingga sesuai dengan yang diharapkan, meningkatkan kesejahteraan dan melestarikan lingkungan.

Lebih lanjut Shana mengatakan, BPOLBF sebagai satker Kemenparekraf juga akan menampung semua aspirasi dari masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif untuk penguatan pariwisata berkelanjutan TN Komodo dan Labuan Bajo ke depan.

Ketua Angkutan Wisata Darat, Kristoforus menyatakan, pihaknya menyatakan undur diri dari aksi demonstrasi dan mogok massal yang dinilai bertentangan dengan hukum.

"Kami berjanji untuk tidak melakukan aksi demonstrasi atau aksi mogok yang bertentangan dengan hukum," ujar Kristoforus.

Selain Awstar, pernyataan untuk tidak lagi melakukan aksi demonstrasi dan mogok juga disampaikan oleh Badan Pengurus Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran (BPC PHRI) di Labuan Bajo.

Sementara itu Ketua BPC PHRI Manggarai Barat Silvester Wanggel menambahkan, terhitung mulai 3 Agustus 2022, seluruh hotel dan restoran yang ada di Labuan Bajo akan kembali melayani aktivitas pariwisata di daerah itu.

 ilustrasi

Wanggel menjelaskan, pernyataan dan sikap tersebut, seluruh aktivitas pariwisata di daerah destinasi wisata super prioritas itu kembali berjalan normal seperti biasanya.

Selain itu, Wanggel juga mengklaim bahwa saat ini ada 19 asosiasi pariwisata yang sudah melakukan penandatanganan kesepakatan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan yg berlibur di Labuan Bajo.

"Kesepakatan bersama ini dilakukan di Mapolres Manggarai Barat hari 3 Agustus 2022. Demikian himbauan ini dibuat, atas perhatian kita semua tak lupa saya sampaikan terima kasih. Salam pariwisata," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini