Share

Sejarah Kelam di Balik Panjat Pinang, Permainan Wajib saat Perayaan HUT RI

Wiwie Heriyani, Jurnalis · Selasa 09 Agustus 2022 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 08 406 2644037 sejarah-kelam-di-balik-panjat-pinang-permainan-wajib-saat-perayaan-hut-ri-MkQztLhZyN.JPG Lomba Panjat Pinang (Foto: Instagram/@pindle.indonesia_)

PANJAT pinang menjadi salah satu perlombaan yang kerap muncul dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Bak sayur tanpa garam, tak afdhal rasanya jika merayakan momen HUT kemerdekaan RI tanpa lomba panjat pinang.

Panjang pinang sendiri merupakan perlombaan yang dilakukan dengan memanjat pohon pinang atau pohon lain yang sudah dikuliti dan diberi cairan pelicin.

Selain berlomba-lomba menjadi juara 1, para peserta lomba panjat pinang juga berlomba-lomba memanjat untuk memperebutkan barang-barang yang digantung di atas pohon yang disediakan.

Lantas, bagaimana sebenarnya sejarah dari panjat pinang? Dikutip Okezone dari berbagai sumber, panjat pinang ternyata bermula pada masa penjajahan pemerintah kolonial Belanda dulu.

Infografis Wisata Sejarah

Dalam buku karya Fandy Hutari, berjudul 'Hiburan Masa Lalu dan Tradisi Lokal' tahun 2017, sebelum Indonesia merdeka sekitar tahun 1930-an, lomba panjat pinang sering digelar orang Belanda saat ada hajatan, seperti pernikahan, pesta ulang tahun, hingga kenaikan jabatan. Yang mengikuti lomba ini sendiri rata-rata yaitu orang-orang pribumi.

Ada juga yang menyebut, panjat pinang merupakan lomba untuk merayakan ulang tahun Ratu Belanda saat itu yang dirayakan setiap 31 Agustus, yakni Wilhelmina Helena Pauline Marie van Orange-Nassau.

Hadiah yang diperebutkan dalam lomba panjat pinang pada zaman penjajahan Belanda biasanya berupa bahan makanan seperti keju, gula, serta pakaian seperti kemeja yang saat itu di kalangan pribumi barang-barang seperti ini termasuk mewah.

Saat orang-orang pribumi bersusah payah memanjat pohon untuk memperebutkan hadiah, para orang-orang Belanda saat itu justru menonton sambil tertawa.

Karena itu, lomba panjat pinang mengingatkan bangsa Indonesia yang kini telah merdeka, pada peristiwa 'menyakitkan' sebagai bahan lelucon orang Belanda di masa lampau.

Namun, di sisi lain, masyarakat Indonesia kini menilai bahwa di luar sejarahnya, lomba panjat pinang memiliki filosofi yang bagus.

Lomba panjat pinang mengajarkan para pemainnya untuk bekerja keras, bekerja sama dengan tim, dan saling tolong menolong. Sehingga, perlombaan panjat pinang masih terus lestari hingga kini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini