Share

10 Destinasi Wisata Sejarah di Yogyakarta, Cocok Dikunjungi saat HUT Ke-77 Kemerdekaan RI

INews.id, Jurnalis · Selasa 09 Agustus 2022 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 08 408 2643790 10-destinasi-wisata-sejarah-di-yogyakarta-cocok-dikunjungi-saat-hut-ke-77-kemerdekaan-ri-z2JpG81AYq.jpg Benteng Vredeburg (dok Dinas Kebudayaan Pemkot Jogja)

MERAYAKAN hari ulang tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan RI yang jatuh pada 17 Agustus, ada baiknya kita sebagai generasi muda melakukan napak tilas dengan mengunjungi beberapa destinasi wisata sejarah di Yogyakarta.

Yogyakarta merupakan daerah yang pernah menjadi ibu kota negara tahun 1946 sampai 1949 lalu.

Dirangkum MNC Portal, berikut 10 destinasi wisata sejarah di Yogyakarta cocok dikunjungi saat HUT ke-77 Kemerdekaan RI:

1. Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta ini terdapat sejarah yang penuh dengan makna. Sejarah ini bermula dari abad ke-16, dimana terdapat kerajaan Islam bernama Mataram. Seiring berjalannya waktu, kedaulatan Mataram sedikit terganggu akibat adanya intervensi dari Belanda.

Demi mengakhiri perselisihan itu, akhirnya terjadilah Perjanjian Giyanti atau Palihan Nagari. Keraton Yogyakarta sendiri sampai saat ini masih menjadi tempat tinggal Sultan. Menariknya, sejumlah sudut Keraton Yogyakarta kini sengaja dijadikan objek wisata budaya sekaligus edukasi untuk melestarikan tradisi.

 infografis

2. Benteng Vredeburg

Benteng yang satu ini merupakan benteng yang dibuat oleh Belanda pada saat itu. Pembuatan dari benteng ini sendiri memiliki tujuan utama untuk dapat memberikan efek intimidatif pada Keraton Jogja. Sebelum menjadi nama Benteng Vredeburg, benteng ini memiliki nama asli benteng Rustenberg.

Keberadaan benteng yang satu ini memiliki peran yang sangat penting. Tak hanya pada masa kolonialisme penjajahan belanda saja.

Namun, pada masa perjuangan kemerdekaan keberadaan dari benteng yang satu ini juga sangat penting. Pada masa penjajahan belanda, benteng ini merupakan markas resmi VOC untuk dapat memata-matai pergerakan dari Keraton.

Meski demikian, pada masa perjuangan kemerdekaan benteng yang satu ini menjadi pusat penting.

3. Candi Prambanan

Candi Prambanan terletak tepat di perbatasan antara Kabupaten Sleman dan Kabupaten Klaten. Tempat wisata di Yogyakarta ini terletak di wilayah administrasi desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman, sedangkan pintu masuk kompleks Candi Prambanan terletak di wilayah administrasi desa Tlogo, Prambanan, Klaten.

Candi Prambanan termasuk candi Hindu terbesar di Indonesia dan masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

4. Taman Sari

Taman Sari merupakan salah satu destinasi wisata yang terkenal di Yogyakarta. Selain memiliki banyak spot foto yang indah, taman sari juga memiliki nilai sejarah yang tak kalah hebatnya.

Pada tahun 1765-1812, Taman Sari merupakan taman atau kebun istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dengan luasan lebih dari 10 hektare yang terdiri dari 57 bangunan (gedung, jembatan gantung, kanal air, kolam pemandian, serta danau buatan).

Taman Sari yang juga dikenal dengan istana air ini khas dengan arsitektur kunonya yang indah. Bagi wisatawan yang ingin tahu lebih banyak mengenai sejarah dari Taman Sari, kita bisa mengikuti pemandu wisata yang juga akan membawamu keliling Taman Sari.

5. Museum Sasmitaloka

Museum ini merupakan museum sejarah dengan koleksi perjuangan Jenderal Soedirman. Berdasarkan nama dari museum ini, ‘sasmita’ berarti mengenang, sementara ‘loka’ berarti tempat, sehingga museum ini dapat diartikan sebagai tempat untuk mengenang Jenderal Soedirman.

Museum ini dulunya merupakan kediaman resmi Jenderal Soedirman setelah dilantik menjadi Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat. Koleksi yang terdapat di museum ini terdiri dari ruang-ruang dan properti yang dulunya digunakan oleh Jenderal Soedirman, bahkan terdapat juga beberapa jenis senjata yang dahulu digunakan Jenderal Soedirman saat berperang.

6. Pabrik Gula Madukismo

Pabrik ini terletak di Kelurahan Tirtomolo, Kasihan, Bantul. Pabrik Gula tersebut menempati sebuah bangunan tua dengan halaman luas, mesin-mesin kuno, dan rel-rel kereta yang menjadi jalur bagi pengangkutan tebu.

Untuk menikmati nuansa pabrik tua ini kita bisa mengambil paket agrowisata Madukismo. Dengan paket ini kita akan diajak untuk berkeliling pabrik mulai dari proses pembuatan sampai hasil jadi. Wisatawan juga bisa mencoba naik kereta api tua melintasi rel-rel di sekitar pabrik.

7. Situs Ratu Boko

Situs Ratu Boko terletak sekitar 3 km ke arah selatan dari Candi Prambanan atau sekitar 19 km ke arah selatan dari kota Yogyakarta. Wisata budaya dan sejarah ini terletak di atas sebuah bukit dengan ketinggian sekitar 195,97 m di atas permukaan laut.

Ratu Boko disebut bukan candi, melainkan peninggalan keraton. Di sekitarnya terdapat beberapa candi antara lain di sisi timur terdapat Candi Dawangsari, Candi Barong, dan Candi Ijo, di sisi selatan terdapat Candi Banyunibo dan di sisi barat terdapat Situs Watugudig.

8. Museum Monumen Jogja Kembali

Museum yang satu ini tak hanya terkenal sebagai salah satu tujuan wisata sejarah di Jogja saja, namun lokasi ini juga terkenal sebagai salah satu spot foto di Jogja yang cukup terkenal. 

Kawasan wisata yang satu ini dibangun pada tanggal 29 Juni tahun 1985, pembangunan museum ini sendiri bertujuan untuk manandakan keberhasilan perebutan Jogja dari tangan penjajah Belanda pada saat itu.

Peresmian dari museum ini sendiri dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII. Pemilihan tanggal peresmian tersebut bukan tanpa maksud yang berarti.

Pada tanggal tersebut di tahun 1949 merupakan hari dimana pasukan Belanda ditarik secara menyeluruh dari kawasan Jogja. Hal inilah yang membuat Jogja dinyatakan kembali lagi ke Pangkuan Ibu Pertiwi. Bangunan ini sendiri terdiri dari 3 lantai yang memiliki fungsi berbeda-beda.

9. Museum History of Java

Museum yang sudah beroperasi sejak akhir 2018 ini menempati bangunan bekas Pyramid Cafe di Jalan Parangtritis Km 5.5, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Di dalamnya, pengunjung tidak sekadar melihat koleksi benda purbakala, tetapi juga menikmati benda-benda itu secara langsung melalui teknologi Augmented Reality (AR).

HOJ memiliki koleksi benda purbakala masa prasejarah sampai kerajaan-kerajaan lama, seperti Tarumanegara, Majapahit, Demak Bintaro, Cirebon dan Mataram Islam. Teknologi AR memungkinkan pengunjung melihat langsung secara detail benda-benda koleksi itu.

10. Masjid Gedhe Kauman

Masjid Gedhe Kauman menjadi wisata religi sekaligus wisata sejarah di Jogja. Masjid ini lebih dikenal dengan nama Masjid Agung Jogja, dibangun di kawasan yang masih merupakan milik Keraton Yogyakarta.

Masjid Gedhe Kauman merupakan tempat untuk beribadah, namun masjid ini juga menjadi tempat wisata yang cukup terkenal. Meskipun demikian, fungsi utama masjid sebagai tempat ibadah masih terjaga dengan sangat baik lengkap dengan semua fasilitas yang diperlukan.

Biasanya orang-orang terutama umat Muslim yang baru saja berkunjung dari Keraton Yogyakarta, akan melipir ke Masjid Gedhe Kauman untuk menunaikan ibadah. Selain itu, di sekitar masjid terdapat banyak jajanan untuk mengisi perut kosong serta spot untuk foto-foto. (nia)

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini