Share

Kunjungan Wisatawan ke Bantul Terus Menurun di Bulan Suro

Erfan Erlin, Jurnalis · Rabu 10 Agustus 2022 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 09 406 2644471 kunjungan-wisatawan-ke-bantul-terus-menurun-di-bulan-suro-WNTkth0fz5.jpg Ilustrasi traveling (dok. Freepik)

TINGKAT kunjungan wisatawan di Kabupaten Bantul pekan kemarin mengalami penurunan dibanding sebelumnya. Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul mencatat jumlah kunjungan wisatawan pada akhir pekan ini sebanyak 26.259 orang.

"Jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 36 persen dari minggu sebelumnya,"tutur Kepala Seksi Promosi dan Informasi Data, Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Markus Purnowo Adi.

Lelaki yang akrab dipanggil Ipung ini mengatakan, penurunan ini dikarenakan jumlah hari libur pada minggu lalu lebih banyak dibandingkan dengan minggu ini. Di samping memang karena pengaruh bulan suro.

infografis

Di mana di Jawa masih diyakini jika tidak baik melakukan perjalanan atau bepergian di bulan Suro. Karena bagi sebagian warga jika nekat bepergian di bulan Suro maka akan mendapat celaka atau terjadi hal yang negatif.

"Penurunan karena minggu lalu ada long weekend 1 Muharram. Tapi ini juga bulan suro," ujarnya.

Markus menyebut jumlah kunjungan selama sepekan kemari turut menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata sebesar Rp254,8 juta.

Untuk PAD keseluruhan sebesar Rp352,8 juta, atau turun sebesar 31 persen.

Sementara berdasarkan data kunjungan selama 1 minggu penuh, jumlah wisatawan yang datang ke pantai Parangtritis sebanyak 36.351 orang. Pantai Parangtritis memang masih menjadi favorit untuk berlibur di Bantul.

"Di Parangtritis juga banyak yang berziarah, yaitu ke makam Syech Bela-belu. Sementara di situs lain untuk ritual,"terangnya.

Lebih lanjut, Markus menyampaikan data wisatawan yang berkunjung ke pantai Parangtritis berdasarkan reservasi melalui website Visiting Jogja, sebanyak 7.475 orang dengan rincian wisatawan.

Pihaknya mencatat paling banyak berasal dari Jawa Tengah, seperti Solo, Semarang dan sekitarnya sebesar 53,2 persen.

Disusul Jawa Timur sebesar 20,2 persen,Jawa Barat 10,3 persen,DIY,8,6 persen, DKI 3,5 persen,Lampung 1,8 persen, Banten 1,3 peesen, dan Sumatera Utara 1 persen.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini