Share

Mengapa Wanita Jadi Sebagian Besar Awak Kabin Pesawat? Ini Penjelasannya

Kurniawati Hasjanah, Jurnalis · Rabu 10 Agustus 2022 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 09 406 2644520 mengapa-wanita-jadi-sebagian-besar-awak-kabin-pesawat-ini-penjelasannya-poZsqexw2X.jpg Pramugari (dok Shutterstock)

PERNAHKAH kamu tersadar saat penerbangan jika wanita menjadi sebagian besar awak kabin pesawat? Ternyata ada alasannya loh.

Melansir Simple Flying, sebenarnya awal mula awak kabin pertama di maskapai merupakan kaum pria loh.

Heinrich Kubis menjadi pramugara pertama yang bekerja di maskapai penerbangan asal Jerman yaitu DELAG Airlines pada tahun 1912.

Saat itu pramugara atau awak kabin bertugas untuk memastikan seluruh keselamatan para penumpang.

Tugasnya belum seperti sekarang yaitu juga menyajikan makanan dan minuman.

infografis

Beberapa maskapai penerbangan lainnya pun mengikuti jejak DELAG Airlines yaitu dengan mempekerjakan awak kabin pria.

Namun, 18 tahun berlalu baru terdapat awak kabin perempuan atau pramugari yang akhirnya bekerja di penerbangan.

Wanita pertama yang menjadi awak kabin adalah Ellen Church. Ia masuk ke Boeing Air Transport pada tahun 1930 dan bekerja sebagai seorang perawat.

Sejak saat itu peran pramugari mulai berkembang, termasuk dalam menggunakan pendekatan yang memperhatikan penumpang.

Dari situ, maskapai penerbangan mulai mencari perawat perempuan untuk memberi perawatan bagi penumpang di dalam kabin.

Dengan situasi tersebut, membuat masuknya pelamar perempuan yang membantu menciptakan dasar awak kabin saat ini.

Saat ini, terdapat lebih dari 75 persen wanita yang bekerja sebagai awak kabin di Amerika Serikat.

Pekerjaan awak kabin digambarkan sebagai sesuatu yang sangat glamor dan feminin. Hal tersebut membuat banyak minat pria untuk bekerja sebagai awak kabin terasingkan.

Profesor Sosiologi Goldsmiths, University of London, Bev Skeeg mengatakan alasannya semata-mata adalah kompetisi.

"Maskapai penerbangan ingin memberikan sebuah nilai lebih dalam hal pelayanan terutama dengan maskapai penerbangan lainnya. Untuk melakukan ini, mereka memasarkan produk mereka sebagai barang mewah dan diinginkan, dengan kaum muda dan kecantikan yang secara efektif mengirimkan pesan itu," terang Skeeg.

Walaupun penampilan menjadi salah satu poin penting bagi seorang pramugari. Directof of Chinaโ€™s Foreign Airlines Service Corporation (FASCO) pada saat itu, Ji Yang Xiong menegaskan, kecantikan tidak sama dengan menjadi pramugari yang baik.

Ia mencatat, terdapat perbedaan estetika saat membandingkan maskapai penerbangan Timur dan Barat.

"Mungkin maskapai penerbangan Asia lebih menekankan penampilan dibandingkan dengan maskapai di Eropa atau Timur Tengah. Maskapai Eropa tidak memiliki persyaratan apapun terkait penampilan,โ€ kata Xiong seperti dikutip CNN.

Xiong menilai, mereka lebih fokus pada kepribadian dan memiliki sikap yang tepat untuk pekerjaan tersebut, dan pola pikir yang berorientasi pada layanan.

Meskipun sebagian besar perempuan dipekerjakan sebagai awak kabin, ada tanda-tanda bahwa industri penerbangan mulai berubah. Jumlah pelamar pria yang mencari posisi sebagai awak pesawat turut meningkat.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini