Share

Dear Traveler, Ini 3 Alasan Khusus Pramugari Kadang Minta Penumpang Pindah Tempat Duduk

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Kamis 11 Agustus 2022 00:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 09 406 2644889 dear-traveler-ini-3-alasan-khusus-pramugari-kadang-minta-penumpang-pindah-tempat-duduk-Lb1kzH9452.jpg Pramugari (Readers Digest)

ALASAN khusus pramugari kadang minta penumpang pindah tempat duduk. Dalam penerbangan, umumnya para penumpang telah memiliki tempat duduk sesuai dengan nomor seat yang dipilih saat pemesanan.

Para penumpang pun tak boleh sembarangan berpindah tempat duduk sesuai selera. Namun, dalam situasi tertentu tak jarang pramugari meminta penumpang untuk pindah tempat duduk.

Lantas, apa alasan khusus pramugari kadang minta penumpang pindah tempat duduk? Untuk mengetahuinya, simak rangkuman berikut ini.

Alasan Khusus Pramugari Kadang Minta Penumpang Pindah Tempat Duduk

Dikutip dari Simple Flying, terdapat beberapa alasan yang menyebabkan pramugari meminta penumpang pindah tempat duduk.

1. Faktor Sensitif Pesawat

faktor sensitif terkait pengaruh keseimbangan dan distribusi berat saat sebelum lepas landas dan mendarat sangatlah penting.

Kedua faktor tersebut menjadi hal yang harus diperhatikan oleh semua pilot. Selain itu juga, ukuran dari pesawat harus menjadi perhatian. Sebab, faktor beban yang jauh lebih rendah dari biasanya, menciptakan potensi kabin yang tidak seimbang.

ilustrasi

Lalu, mengapa berat dan keseimbangan itu penting?

Diketahui, setiap pesawat memiliki berat lepas landas maksimum yang ditetapkan yang dikenal dengan MTOW. Berat ini memperhitungkan semua berat yang ada di pesawat. Mulai dari bahan bakar, kargo, bagasi, dan penumpang yang dibawanya.

Kebanyakan pesawat tidak memiliki MTOW yang cukup besar untuk membawa 100 penuh kabin dengan penumpang, semua barang bawaan mereka, ruang kargo yang terisi penuh, dan tangki bahan bakar yang penuh. Oleh sebab itu, diperlukan keseimbangan.

Salah satu cara menjaga keseimbangan suatu pesawat adalah dengan hanya memuat bahan bakar yang cukup bagi pesawat untuk sampai ke tujuan yang ditambah beberapa cadangan, sesuai peraturan. Dengan menjaga bahan bakar yang ada memungkinkan pesawat untuk membawa penumpang sebanyak mungkin.

Setelah itu, berat tersebut didistribusikan sedemikian rupa agar pesawat seimbang dan dapat lepas landas dengan aman. Setiap penumpang, bawaan penumpang, dan potongan kargo mempengaruhi keseimbangan longitudinal pesawat, sehingga muatan yang terlalu berat atau ringan ke bagian depan atau belakang pesawat dapat membuatnya tidak stabil dan sulit dikendalikan.

Saat memuat kargo, maskapai akan berhati-hati untuk menyeimbangkan berat di sekitar pusat gravitasi. Sayangnya, di dalam kabin, terlalu banyak penumpang di bagian depan atau belakang pesawat dapat menyebabkan ketidakseimbangan yang tidak diinginkan. Dalam kondisi ini, beberapa orang mungkin diminta untuk pindah tempat duduk sebelum lepas landas atau mendarat.

Jika penumpang diminta untuk bergerak lantaran alasan berat dan keseimbangan, itu bukan sesuatu yang pribadi. Ukuran atau tinggi penumpang sendiri tidak ikut berperan terkait keseimbangan berat pesawat. Sebab, setiap penumpang memiliki berat yang sama.

2. Kondisi yang selalu berubah

Ketika pesawat terbang dengan kabin yang hampir kosong, penumpang lebih mungkin diminta untuk pindah. Maskapai menghitung sebagian besar operasi berdasarkan sekitar 80 hingga 85 persen faktor beban di dalam kabin. Selama pandemi, banyak maskapai berjuang untuk mengisi 50 persen dari kursi penumpang. Alhasil, mungkin sulit untuk mengetahui perhitungan beban yang lebih rendah dan lebih ringan saat lepas landas.

Meski begitu, jika terlalu banyak penumpang duduk di satu tempat, seperti bagian depan pesawat, para pramugari mungkin meminta mereka untuk pindah ke tengah, atau beberapa mungkin pindah ke belakang untuk menyeimbangkannya.

3. Kasus per kasus

Terkadang ada karakteristik pesawat yang perlu diperhitungkan juga. Contohlnya, Embraer E-Jets cenderung memiliki ekor yang lebih berat, sedangkan CRJ lebih berat di bagian hidung.

Dalam beberapa kasus ekstrim di mana ada muatan yang sangat ringan, maskapai bahkan mungkin meminta awak darat untuk memuat pemberat untuk menyeimbangkan pesawat.

Jika kamu diminta untuk pindah, jangan tersinggung. Pasalnya, ini hanya tindakan sementara, dan setelah mengudara akan diizinkan untuk kembali ke tempat duduk semula.

Demikian alasan khusus pramugari kadang minta penumpang pindah tempat duduk yang ternyata mempengaruhi pesawat saat lepas landas maupun mendarat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini