Share

Kekurangan Staf, Maskapai Ini Minta 100 Staf Eksekutif Seniornya Urus Bagasi Penumpang

Kurniawati Hasjanah, Jurnalis · Kamis 11 Agustus 2022 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 10 549 2645189 kekurangan-staf-maskapai-ini-minta-100-staf-eksekutif-seniornya-urus-bagasi-penumpang-Ezdr7Xwk79.jpg Ilustrasi bandara (dok. Freepik)

MASKAPAI Australia, Qantas, meminta staf eksekutif seniornya membantu penanganan bagasi di bandara. Hal ini lantaran mereka mengalami krisis kekurangan pegawai.

Melansir Strait Times, maskapai ini telah meminta sekitar 100 staf senior bergabung dengan tim penanganan darat di Bandara Sydney dan Melbourne selama tiga bulan.

"Sumber daya jadi tantangan di seluruh industri kami, akibat tingginya flu di musim dingin dan lonjakan Covid-19 di seluruh komunitas, ditambah pasar tenaga kerja yang ketat sedang berlangsung," terang Colin Hughes, chief operating officer Qantas.

infografis

Lebih lanjut, staf yang mendapatkan penugasan sementara itu diminta menyortir dan memindai tas, memindahkannya ke dalam pesawat dan mengantarnya ke terminal bandara.

Bahkan, staf tersebut juga harus bisa memindahkan dan mengangkat tas dengan berat hingga 32 kg.

"Kinerja operasional maskapai belum memenuhi harapan pelanggan atau standar yang kami harapkan," imbuhnya.

Baca Juga: Dua Kapal Ikan Asing Pelaku IUU Fishing Berhasil Diamankan BAKAMLA dan KKP RI

Adapun, saat ini maskapai tengah berjuang mengatasi lonjakan orang yang berpergian setelah dua tahun pembatasan pandemi dan pengurangan staf.

Adanya Pandemi Covid-19 membuat Qantas memangkas 20 persen dari total tenaga kerjanya, atau sekitar 6.000 karyawan yang sebagian besar memengaruhi staf perusahaan, darat pada tahun 2020 lalu.

Krisis ini membuat, Hughes mengatakan perusahaan berencana merekrut ribuan staf baru, termasuk petugas darat.

Sementara itu, Robin Hayes, CEO JetBlue, mengatakan pada BBC bahwa perusahaannya mempekerjakan terlalu banyak orang.

Bandara pun mengalami kesulitan, pada Juli lalu, Bandara Heathrow London jadi salah satu yang tersibuk di dunia.

Otoritas mendesak maskapai penerbangan berhenti menjual tiket lagi untuk musim panas.

Pihaknya juga mengatakan akan membatasi jumlah penumpang yang berangkat setiap hari sebanyak 100 ribu orang.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini