Share

Pentingnya Kekayaan Alam Daerah Malang Buat Penjajah Belanda Biayai Perang

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 12 Agustus 2022 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 11 549 2645782 pentingnya-kekayaan-alam-daerah-malang-buat-penjajah-belanda-biayai-perang-UmJQdd9jRv.JPG Pemkot Malang (dok MPI/Avirista)

MALANG menjadi daerah yang dianggap penting oleh Belanda semasa penjajahan di bumi nusantara. Bagaimana tidak kandungan sumber daya alam (SDA) menjadikan Malang merupakan salah satu daerah penghasil pundi - pundi cuan bagi Belanda.

Sejarawan Universitas Negeri Malang (UM) Reza Hudianto mengatakan, Malang saat itu menjadi salah satu daerah penghasil perkebunan dan kekayaan alam yang menjadi incaran Belanda. Bahkan sejak sebelum bangunan di bouwplan satu sampai delapan dicanangkan hampir sebagian besar Malang merupakan perkebunan tebu.

"Kota Malang memang kepemilikan tanahnya masih milik pabrik gula Rejoagung, sebagian milik rakyat. Mayoritas masih perkebunan," kata Reza Hudianto, saat ditemui MNC Portal.

infografis

Tak ayal ketika karena pentingnya Malang membuat pasukan Belanda menumpang sekutu, kembali berusaha menguasai Malang seusai kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Salah satu tujuan yang direbut oleh pasukan Belanda adalah perkebunan, yang sebelumnya saat masa penjajahan menjadi penghasil pundi cuan bagi Belanda.

"Sebenarnya agresi militer pertama yang dicari kan daerah - daerah perkebunan, itu kan daerah penghasil uang bagi mereka. Kalau mereka nggak segera mungkin merebut area perkebunan mereka nggak bisa membiayai mesin - mesin perang yang terlanjur datang ke sisi utara (Pantai Utara Jawa)," terang dia.

Apalagi semasa penjajahan, Malang menjadi salah satu tangsi militer Belanda. Terlebih di Malang juga terdapat lapangan udara di Pakis yang kini bernama Bandara Abdul Rachman Saleh.

"Malang dianggap punya tangsi militer, jadi dinggap cukup penting punya basis militernya Belanda. Kemudian beberapa pesawat yang landasan pesawat bisa keluar masuk ke luar negeri lewat Pakis, kemana-mana yang dikuasai lapangan udara," ungkap dia.

Maka ketika usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia dilakukan arek-arek Malang berusaha membakar sejumlah bangunan yang dibangun Belanda. Bahkan disebutkan Reza, seluruh bangunan di Jalan Bromo habis dibakar. Hal ini agar Belanda tak bisa langsung menempati dan menguasai kembali bangunan - bangunan yang dibangunnya.

"Kalau Bromo hampir semua memang dihancurkan, di Jalan Bromo, balai kota habis (dibakar), Bank Indonesia habis (dibakar), semua bangunannya tidak ada yang asli, atapnya sudah dibangun baru," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini