Share

Legenda Tapaktuan dan Telapak Kaki Raksasa di Aceh

Melati Septyana Pratiwi, Jurnalis · Selasa 16 Agustus 2022 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 15 408 2647903 legenda-tapaktuan-dan-telapak-kaki-raksasa-di-aceh-Vv1urKnj0n.jpg Legenda Tapaktuan (dok ANTARA)

SETIAP daerah punya legenda masing-masing. Penampakan alam tak biasa kerap menimbulkan kisah unik yang dipercaya oleh masyarakat sekitar.

Sama halnya dengan wisata alam Tapak Tuan di Kabupaten Aceh Selatan. Seperti namanya 'Tapak Tuan' , ada satu kawasan di mana terdapat telapak kaki di pinggir pantai yang ukurannya super jumbo.

Penamaan Tapak Tuan sendiri masih berkaitan legenda Tuan Tapa. Ya, ini adalah sebuah kisah turun temurun masyarakat sekitar.

Dahulu, diyakini ada seorang pertapa sakti dengan tubuh luar biasa besar. Dia adalah Syekh Tuan Tapa, sosok yang tak pernah lelah beribadah pada Tuhan.

infografis

Hingga pada suatu saat, Syekh Tuan Tapa mengetahui adanya pertempuran. Raja dari Kerajaan Asralanoka Samudra Hindia sedang berjuang merebut anaknya kembali dari serangan dua ekor naga di tengah laut.

Sang petapa tak tinggal diam dan segera keluar gua demi membantu raja. Ketika melompat, kaki Syekh Tuan menapak dan jejak sampai sekarang masih membekas.

Berkat kesaktian Syekh Tuan Tapa, dua naga berhasil tewas di tangannya. Masyarakat percaya bahwa modal sang pertapa untuk melawan naga hanya tongkat kayu.

Meskipun begitu, anak raja akhirnya selamat dari peristiwa menegangkan tersebut. Tapi entah bagaimana, putri sang raja enggan kembali ke kerajaan dan lebih memilih aceh sebagai tempat tinggal.

Keluarga kerajaan lantas mengikuti jejak putri mereka. Kawasan dekat gua yang biasa dihuni Syekh Tuan Tapa dipilih sebagai tempat bermukim.

Dari sana lah, penamaan Tapak Tuan muncul. Tapi hanya selang beberapa saat setelah pertempuran naga itu terjadi Syekh Tuan Tapa kabarnya menghilang begitu saja.

Peninggalan Selain Jejak Kaki

Jejak kaki bukan satu-satunya peninggalan dari peristiwa Tuan Tapa melawan naga. Ada pula batu di tengah laut yang menurut kisah beredar adalah kopiah dari Syekh Tuan Tapa.

Selain itu ada karang berbentuk hati di Desa Batu Itam serta sisik naga di Desa Batu Merah. Jarak desa itu hanya sekitar 5 KM dari wisata Tapak Tuan.

Konon, dua karang unik itu merupakan bagian tubuh naga jantan yang tumbang di tangan Syekh Tuan Tapa. Lalu, bergeser 20 KM dari lokasi tapak kaki jumbo, tepatnya di Pantai Batu Berlayar,ada sebuah karang berbentuk layar kapal.

Masyarakat yakni baru itu sisa dari kapal milik sang raja dan permaisuri Kerajaan Asralanoka. Kapal mereka hancur ketika pertempuran terjadi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini