Share

Ribuan Warga Serang Banten Gelar Tradisi Ngagurah Dano, Apa Maknanya?

Antara, Jurnalis · Rabu 17 Agustus 2022 00:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 16 406 2648572 ribuan-warga-serang-banten-gelar-tradisi-ngagurah-dano-apa-maknanya-OcDFf11jMz.JPG Ribuan warga Serang, Banten gelar tradisi Ngagurah Dano (Foto: Antara/Mansur)

RIBUAN warga Kabupaten Serang, Provinsi Banten menggelar tradisi Ngagurah Dano. Tujuannya tak lain ialah untuk menjalin persatuan dan kebersamaan sehingga dapat hidup rukun dan damai.

"Kita setiap tahun menggelar tradisi itu, namun saat pandemi Covid-19 tidak dilakukan," ungkap ketua panitia penyelenggara, Ojat Darojat, melansir Antara.

Kegiatan tradisi budaya masyarakat Cikolelet, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang itu berupa menangkap ikan yang telah ditebar sebelumnya di Sungai Cidano. Mereka yang mengikuti tradisi itu juga peserta dari luar daerah, seperti Kecamatan Padarincang, Mancak, dan Ciomas.

Dalam tradisi kali ini, ditebarkan ikan air tawar dua ton di aliran Sungai Cidano yang biasa dilakukan setelah usai panen raya. Selanjutnya, masyarakat mengambil ikan yang telah ditebarkan itu dengan cara menjala atau menggunakan jaring.

"Kami sendiri tradisi itu tidak tahu kapan sudah dilaksanakan, namun yang jelas sejak nenek moyang di sini untuk menjalin persatuan dan kebersamaan sehingga terwujud kehidupan damai dan rukun di lingkungan," kata Ojat.

Menurut dia, masyarakat di wilayah Serang bagian barat hingga kini masih memertahankan tradisi budaya Ngagurah Dano itu.

Bahkan, kehidupan masyarakat setempat hingga saat ini tidak pernah terjadi konflik sosial maupun perpecahan dengan sesama, antara lain pengaruh dari tradisi tersebut.

Oleh karena itu, kegiatan tradisi tersebut masuk dalam rangkaian Festival Desa Wisata Cikokelet, Kabupaten Serang diselenggarakan selama 1-30 Agustus 2022. Berbagai kegiatan lainnya dalam rangkaian festival itu, seperti pentas kesenian tradisional, lomba tradisional, parade band, dan kompetisi motor cross.

Baca Juga: Masyarakat Depok Terbantu BLT BBM

"Kami menggelar kegiatan itu untuk melestarikan budaya untuk memperkuat persatuan dan kesatuan," katanya.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang, Anas Dwi Satya mengapresiasi warga yang masih memertahankan tradisi Ngagurah Dano untuk menjalin persatuan serta kesatuan.

Ia menyebut kegiatan tradisi itu juga menjadi destinasi wisata budaya di Kabupaten Serang.

"Kami mendukung kegiatan seperti ini, karena selain bisa memperkuat nilai-nilai budaya juga dapat menumbuhkan perekonomian warga setempat,” katanya.

Dirinya berharap, Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka masuk kategori salah satu desa terbaik se-Indonesia dapat menjadi percontohan pengembangan desa yang bisa ditiru oleh desa-desa lain di Kabupaten Serang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini