Share

10 Destinasi Wisata Sejarah di Jakarta, Cocok Dikunjungi saat HUT Ke-77 RI

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 17 Agustus 2022 09:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 17 408 2649327 10-destinasi-wisata-sejarah-di-jakarta-cocok-dikunjungi-saat-hut-ke-77-ri-k7vaaF7NKs.JPG Gedung Joang, salah satu destinasi sejarah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat (Foto: Instagram/@abdondjuliawan)

17 AGUSTUS 2022 Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77. Semua rakyat Indonesia merayakannya, dan mengibarkan bendera merah putih sebagai tanda penghormatan perjuangan para pahlawan bangsa.

Hingga saat ini para pahlawan nasional Indonesia yang berjuang, namanya masih dikenang. Tak hanya itu, barang-barang peninggalannya pun masih disimpan di museum-museum bersejarah yang sekaligus dijadikan tempat wisata bersejarah.

Nah berikut ini 10 destinasi wisata bersejarah di Jakarta yang dijadikan tempat peninggalan kenangan para pahlawan, dan bisa Anda kunjungi saat hari kemerdekaan nanti.

1. Gedung Joang

Gedung Joang 45 merupakan salah satu tempat bersejarah yang berkaitan dengan perjuangan masyarakat Indonesia, di mana tempat para pemuda membuat revolusi sebelum kemerdekaan. Lokasinya berada di Jalan Raya Menteng Nomor 31, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Kala itu Jepang masuk ke Indonesia (1942-1945) dan menguasai Batavia (Jakarta). Kemudian Hotel Schomper diambil alih oleh para pemuda Indonesia, serta bangunan hotel digunakan sebagai kantor yang dikelola Gunseikanbu Sendenbu (Jawatan Propaganda Jepang).

Singkat cerita pada 18 Agustus setelah proklamasi kemerdekaan di gedung ini, dibentuk Komite van aksi untuk mempertahankan kemerdekaan. Selanjutnya pada 22 Agustus 1945, gedung ini dijadikan markas pemuda, sehingga saat itu dikenal istilah pemuda Menteng 31.

Pada tahun 1974 Gedung Joang '45 diresmikan sebagai museum setelah sebelumnya dilakukan renovasi. Museum ini menyimpan banyak koleksi benda-benda peninggalan para pejuang Indonesia di masa perjuangan kemerdekaan RI. Antara lain berupa peralatan perang, atribut, bendera, petaka, replika, piagam, serta diorama peristiwa heroik di masa perang kemerdekaan.

2. Monumen Nasional (Monas)

Monumen Nasional (Monas), menjadi ikon Indonesia yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Barat Daerah Khusus IbuKota Jakarta.Bukan hanya dijadikan situs bersejarah mengenang perjuangan Indonesia, dalam kemerdekaan. Tempat ini juga dijadikan tempat wisata sejarah, bisa Anda kunjungi lho.

Monumen Nasional

(Foto: MNC Portal)

Pembangunan Monas dimulai pada 17 Agustus 1961, di bawah perintah presiden Soekarno dan dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975. Didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda.

Tunggu berbentuk api membara ini melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala. Monumen Nasional terletak tepat di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Di

3. Tugu Proklamasi

Selanjutnya adalah Tugu Proklamasi menjadi saksi bahwa Indonesia merdeka dan bebas dari masa penjajahan kalau itu. Monumen ini juga disebut Tugu Petir yang didirikan di atas tanah lapang Kompleks Taman Proklamasi di Jl. Proklamasi (dulu disebut Jl. Pegangsaan Timur No. 56), Jakarta Pusat. Kini dibuat sebagai peringatan proklamasi kemerdekaan RI.

Seperti dilansir dari buku "Indonesia Merdeka" oleh Woro Miswati, Jakarta, di area komplek Tugu Proklamasi, terdapat monumen dua patung Soekarno dan Hatta berukuran besar yang berdiri berdampingan, mirip dengan dokumentasi foto ketika naskah proklamasi pertama kali dibacakan.

Tugu Proklamasi

(Foto: Ist)

Kemudian di tengah-tengah dua patung proklamator terdapat patung naskah proklamasi terbuat dari lempengan batu marmer hitam dengan susunan dan bentuk tulisan mirip dengan naskah ketikan aslinya.

Dulu naskah Proklamasi Kemerdekaan RI dibacakan untuk pertama kalinya oleh Presiden Soekarno pada 17 Agustus 1945 di halaman kediaman Soekarno, Jl. Pegangsaan Timur No. 56. Rumah bersejarah ini yang dulu disebut Gedung Proklamasi, sudah tidak ada lagi sejak tahun 1960.

Tugu tersebut berbentuk bulatan tinggi berkepala lambang petir, seperti lambang PLN. Tulisan yang kemudian dicantumkan di tugu itu adalah "Di sinilah Dibatjakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada Tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB pagi oleh Bung Karno dan Bung Hatta.".

4. Kota Tua Jakarta

Kota Tua Jakarta jadi spot menarik bagi wisatawan. Di sini Anda akan mendapatkan berbagai spot menarik, di mana bangunan-bangunan tua bersejarah.

Lokasinya berada di kawasan Jakarta Barat. Selain spot bangunan tua yang menarik dan ikonik, Anda juga bisa menemukan berbagai kuliner lezat seperti kerak telor, kue pancong, ketoprak, dan jajanan lainnya.

5. Museum Fatahillah

Kemudian ada Museum Fatahillah atau dengan nama lain Museum Sejarah Jakarta. Lokasinya berada di kawasan Kota Tua Jakarta, jalan Taman Fatahillah No. 1, Jakarta Barat.

Luas daro Museum Fatahillah luasnya lebih dari 1.300 meter persegi. Dulunya museum ini adalah Balai Kota Batavia yang dibangun pada tahun 1707-1712 atas perintah Gubernur-Jenderal Joan Van Hoorn.

Jika diperhatikan bangunan ini menyerupai Istana Dam di Amsterdam. Terdiri dari bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat, serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara. Pada 30 Maret 1974, bangunan ini kemudian diresmikan sebagai Museum Fatahillah.

6. Museum Bank Indonesia

Masih berada di kawasan Kota Tua Jakarta, tepatnya berada di jalan Pintu Besar Utara No.3, Jakarta Barat.

Bangunan ini termasuk ke dalam cagar budaya peninggalan De Javasche Bank yang beraliran neo-klasikal, dipadu dengan pengaruh lokal, dan dibangun pertama kali pada 1828.

Di dalam museum ini, Anda akan mendapatkan berbagai informasi peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa.

Dimulai sejak sebelum kedatangan bangsa barat di Nusantara, hingga terbentuknya Bank Indonesia pada 1953 dan kebijakan-kebijakannya.

7. Museum Satria Mandala

Museum Satria Mandala merupakan salah satu museum dalam pusjarah TNI. Secara khusus menyajikan sejarah perjuangan TNI mulai 1945 sampai sekarang. Berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Dengan melihat isi museum Satria Mandala, masyarakat dapat mengetahui perjuangan TNI, dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Indonesia. Museum yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 5 Oktober 1972, juga dijadikan sebagai sarana pembinaan mental dan pewarisan nilai-nilai juang 1945 dan nilai-nilai luhur TNI.

Museum Satria Mandala

(Foto: Instagram/@dyaasnur)

Berkunjung ke Museum Satria Mandala ini, diharapkan masyarakat bisa menghayati kontinuitas perjuangan TNI. Terutama untuk mempertahankan dan mengamankan kemerdekaan di masa yang akan datang.

8. Museum Nasional Indonesia

Museum Nasional Republik Indonesia atau Museum Gajah, adalah sebuah museum arkeologi, sejarah, etnografi, dan geografi yang terletak di Jakarta Pusat dan persisnya di Jalan Merdeka Barat.

Di museum ini Anda dapat melihat peninggalan-peninggalan mulai dari prasejarah, sejarah hingga kerajaan-kerajaan yang pernah berdiri di Indonesia.

Tak hanya itu saja, kini Museum Nasional Indonesia memiliki daya tarik lainnya yang membuat para pengunjung serasa masuk ke dalam dunia imajinasi, yaitu Ruang ImersifA, sebuah ruang berukuran 12m x 21m yang menyajikan instalasi video mapping.

Menggunakan proyeksi sudut 360 derajat, pengunjung dapat merasakan pengalaman interaktif seolah menyatu dengan visual warna-warni yang berubah-ubah di sekeliling dinding dan lantai.

Tak hanya memanjakan mata, audio Ruang ImersifA juga semakin melengkapi perjalanan imajinasi pengunjung di dalamnya selama 30 menit. Dalam pembuatan video mapping, Pamong Budaya Ahli Madya di Museum Nasional, Nusi Lisabilla mengatakan, pihaknya bersama tim sangat memperhatikan detail-detail termasuk warna, visual, latar belakang musik, hingga pencahayaan.

9. Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Seorang perwira Angkatan Laut bernama Laksamana Tadashi Maeda mendedikasikan kediamannya sebagai tempat merumuskan naskah proklamasi. Kini rumah tersebut menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi yang terletak di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat.

Ada 4 ruangan di dalam museum tersebut yang masing-masing mengoleksi benda bersejarah terkait perumusan naskah proklamasi kemerdekaan RI.

10. Gedung Arsip Nasional

Gedung yang dibangun pada tahun 1760 ini menyimpan peninggalan dari zaman Belanda, seperti lemari, brankas, kursi, meja kerja dan koleksi senjata yang sudah berumur cukup tua.

Bangunan yang membentuk U itu juga memiliki desain interior cukup unik. Atapnya yang tinggi membuat udara bergerak dengan bebas, sehingga ketika berada di dalamnya Anda akan terus merasa sejuk.

Di salah satu lantai gedung, Anda dapat melihat keramik yang bercerita tentang kisah yang tertulis dalam Alkitab.

Selain itu, ada juga beberapa ruangan yang cukup besar, seperti ruang makan, lukisan-lukisan peta dunia, peta Batavia, kamar tidur Reiner de Klerk lengkap dengan ranjangnya. Lokasinya berada di Jalan Gajah Mada, Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini