Share

Sulsel Gelar Pameran Temporer Koleksi Pilihan Museum La Galigo, Ada Apa Saja?

Antara, Jurnalis · Sabtu 20 Agustus 2022 03:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 19 406 2650426 sulsel-gelar-pameran-temporer-koleksi-pilihan-museum-la-galigo-ada-apa-saja-YmrMbLXXrs.JPG Pameran temporer koleksi Museum La Galigo (Foto: Antara)

DINAS Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulawesi Selatan menggelar Pameran Temporer Koleksi Pilihan Museum La Galigo, di Benteng Rotterdam, Makassar selama enam hari dari tanggal 18 Agustus hingga 23 Agustus 2022.

Kepala UPT Museum La Galigo, Zakiyah Assegaf menyampaikan bahwa sudah ada beberapa sekolah yang mendaftar untuk mengunjungi museum, yang kemudian diatur jadwal kunjungannya.

"Ada beberapa agenda yang telah dibuat, sebagai rangkaian dari Pameran Temporer Koleksi Pilihan Museum La Galigo ini. Salah satunya adalah pemutaran film dokumenter, yang akan dilaksanakan setiap sore," kata Zakiyah.

Adapun koleksi pilihan yang dipamerkan pada acara ini, seperti silsilah Kerajaan Luwu, Kerajaan Bone, Kerajaan Gowa, dan Batara Guru. Adapula naskah La Galigo dan naskah Perjanjian Bongaya. Termasuk koleksi arkeologi.

Sejumlah lukisan juga turut dipamerkan. Salah satu lukisan yang cukup menarik perhatian pengunjung pameran adalah lukisan petani Toraja, yang dilukis oleh R Boneet Tahun 1964 (Belanda).

Terbuat dari kain kanvas dan cat minyak berbingkai kayu, berwarna hijau, coklat dan krem. Lukisan ini menggambarkan bagaimana kehidupan petani di daerah Toraja dalam cara menanam padi di sawah.

Kepala Disbudpar Sulsel Prof Muh Jufri berharap anak-anak sekolah mulai dari tingkat SD, SMP, SMA/SMK, dan SLB bisa dimobilisasi untuk mengunjungi pameran ini. Sehingga, anak-anak bisa mengetahui lebih jauh tentang sejarah dan kebudayaan Indonesia.

"Mari kita jadikan museum sebagai sekolah kedua mereka. Di sini mereka bisa melihat langsung beberapa peninggalan sejarah," ujarnya.

Ia mengungkapkan, dalam waktu dekat akan membahas hal ini dengan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, dan melakukan MoU agar sekolah-sekolah yang ada di bawah naungan Dinas Pendidikan Sulsel bisa memasukkan kunjungan ke museum sebagai salah satu agenda wajib di setiap sekolah.

Sehingga, para siswa bisa belajar tentang sejarah dan kebudayaan di museum.

"Sangat penting mengajak anak sedini mungkin untuk mengenal keragaman budaya sebagai aset bangsa yang tak ternilai," katanya.

"Jangan sampai, anak-anak kita terangkat jauh dari semua kearifan lokal kita akibat gempuran globalisasi dan modernisasi di segala bidang, yang bisa terdampak pada terkikisnya budaya lama," sambungnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini