Share

Turis Portugal Jatuh ke Jurang Gunung Rinjani, Simak 6 Pantangan bagi Pendaki Jangan Sampai Dilanggar!

Anya Azalia Faustina, Jurnalis · Senin 22 Agustus 2022 05:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 21 549 2651490 turis-portugal-jatuh-ke-jurang-gunung-rinjani-simak-6-pantangan-bagi-pendaki-jangan-sampai-dilanggar-MF1GpiuK5B.JPG Para pendaki di Gunung Rinjani (Foto: Instagram/@id.rinjani)

SEORANG warga negara asing asal Portugal, Boaz Bar Anam terjatuh ke jurang sedalam 150 meter di Gunung Rinjani, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat pekan lalu.

Sebelum terjatuh, ia sempat selfie di salah satu spot Gunung Rinjani. Insiden ini kian menambah catatan kecelakaan yang dialami pendaki setelah sebelumnya turis asal China, China Hui Ki Ki (36) juga terpeleset saat mendaki gunung yang terletak di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.

Bicara soal naik gunung, terdapat sejumlah larangan yang sejatinya tidak dilakukan oleh para pendaki. Sebelum merencanakan pendakian, Anda sebaiknya mengetahui peraturan apa saja yang boleh dan "haram" dilakukan seorang pendaki. Kali ini Okezone rangkumkan 6 pantangan saat mendaki gunung yang wajib Anda ketahui. Berikut ulasannya:

1. Jangan pernah abaikan instruksi petugas

Instruksi dari petugas sangatlah penting. Anda harus mendengarkan sampai batas mana pendakian yang boleh dilakukan. Rute yang boleh dilewati. Kondisi gunung sebelum melakukan pendakian, apakah gunung sedang dalam keadaan aktif atau dalam keadaan stabil untuk di daki.

Pastikan Anda mendaftarkan diri kepada petugas sebelum melakukan pendakian. Karena hal itu demi kebaikan dirimu sendiri.

2. Jangan lakukan vandalisme

Vandalisme merupakan tindakan yang merusak dan merugikan. Aksi vandalisme banyak terjadi pada bangunan yang terletak persis di pinggir jalan. Aksi dari tangan-tangan nakal ini pun banyak terjadi di gunung.

Para pendaki dilarang melakukan hal memalukan yang membuat gunung terlihat kotor. Mereka biasanya melakukan di pohon dan di batu untuk menandakan bahwa mereka pernah mengunjungi gunung itu.

Infografis Gunung Tertinggi di Indonesia

3. Jangan asal bicara

Sama halnya datang berkunjung ke rumah teman atau ke rumah keluarga. Anda harus menjaga sikap dan perkataan. Karena mengeluarkan kata-kata kotor seperti memaki atau kata-kata yang kotor akan membuat penghuni rumah terganggu bahkan marah.

“Jaga kesopanan sih penting banget, ibaratnya kayak main ke rumah temen terus ngomongnya sembarangan atau sompral pasti kan yang punya rumah bakalan marah, begitu juga kalau di gunung,” kata Ikhsantoro salah satu anggota Remaja Pecinta Alam Giriwana Bogor kepada Okezone beberapa waktu lalu.

Konon katanya jika Anda berbicara sembarangan saat mendaki gunung, makhluk-makluk lain yang menghuni di wilayah gunung akan terganggu dan kesal. Bahkan terkadang orang-orang yang tidak sopan ini akan disesatkan saat perjalanan.

4. Buang sampah sembarangan

Jangankan di gunung, di rumah, di sekolah atau di manapun kita berada dilarang membuang sampah sembarangan. Membuang sampah sembarangan di gunung akan mengurangi keindahan gunung. Namun, kebiasaan buruk ini masih saja terjadi. Kalau setiap pendaki membuang sampah sembarangan, sampah akan menumpuk dan mengganggu kelestarian alam.

Jika gunung dipenuhi oleh sampah, itu akan membuat penyerapan air ke dalam tanah. Ada pepatah yang sering dikatakan oleh para pendaki yaitu, “Jangan meninggalkan sesuatu kecuali jejak”.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

5. Dilarang iseng atau jahil

Ketika sedang melakukan pendakian jangan iseng, seperti memetik bunga, daun, ataupun ranting. Kelestarian alam jadi terganggu jika Anda tidak bisa mengontrol diri untuk tidak iseng. Banyak pendaki yang memetik bunga edelweiss dengan alasan sebagai kenang-kenangan.

Di zaman yang sudah canggih ini, dengan berfoto menggunakan ponsel Anda bisa mengabadikan momen tanpa merusak keindahan alam. “Di gunung tertentu ada peraturan daunnya gak boleh dipetik sama sekali,” ujar Rizka Dewi, mahasiswi Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB).

6. Buang air sembarangan

Saat melakukan pendakian, Anda mungkin tidak akan menemukan toilet umum. Biasanya ini membuat para pendaki buang air kecil dan buang air besar sembarangan yang dapat membahayakan pendaki lainnya. Buang air kecil sembarangan konon akan membuat jin yang menghuni gunung marah dan merasa terganggu.

Buang air kecil di lubang tanah pun dapat mengganggu hewan-hewan yang tinggal di bawah tanah. Jika Anda ingin buang air besar, Anda harus menggali tanah dan menutupnya dengan batu. Batu digunakan sebagai penanda pendaki lain agar tidak menginjak tanah tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini