Share

Tak Penuhi Syarat Booster, 1.867 Penumpang KA Gagal Berangkat

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 24 Agustus 2022 05:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 23 549 2652630 tak-penuhi-syarat-booster-1-867-penumpang-ka-gagal-berangkat-sOCLRF35A9.png Kereta Api (dok MPI/Avirista M)

TERDAPATĀ 1.867 penumpang tidak diijinkan melakukan perjalanan dengan kereta api jarak jauh karena tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan.

Data itu berasal sejak tanggal 15-21 Agustus 2022.Ā 

"Yang terbanyak di Stasiun Surabaya Gubeng, disusul Surabaya Pasar Turi, dan Stasiun Malang. Total ada 1.687 yang tidak diizinkan berangkat karena tidak memenuhi persyaratan perjalanan," ujarĀ Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif kepada MNC Portal Indonesia.Ā 

Para penumpang yang terpaksa membatalkan perjalanannya pun bisa melakukan pengembalian tiket. Namun hanya 75 persen uang tiket yang bisa dikembalikan bila disebabkan persyaratan yang tidak mendukung.

infografis

"Kalau mulai hari ini refund 75 persen dari harga tiket, asalkan maksimal 30 menit sebelum keberangkatan kereta api. Kalau saat masa transisi sejak 15 - 21 Agustus 2022 kemarin dikembalikan 100 persen. Itu yang nggak sesuai persyaratan, termasuk belum vaksin booster," ungkap dia.

Namun ada sebagian kecil dari penumpang yang tetap memilih melakukan tes swab PCR seharga Rp 195.000 di tiga stasiun yang ada di wilayah DAOP 8 Surabaya. Layanan swab PCR ini hadir di tiga stasiun dengan jam operasional di Stasiun Surabaya Gubeng pukul 05.00 - 19.00 WIB, Stasiun Surabaya Pasarturi 08.00 - 22.00 WIB, dan Stasiun Malang pukul 07.00 - 17.00 WIB

"Total ada 216 orang penumpang memilih melakukan tes swab PCR di tiga stasiun yang diberlakukan sejak 16 Agustus 2022," ujarnya.

Baca Juga: Dua Kapal Ikan Asing Pelaku IUU Fishing Berhasil Diamankan BAKAMLA dan KKP RI

Menurutnya, KAI tegas menerapkan aturan persyaratan perjalanan melalui Surat Edaran Kemenhub Nomor 80 tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Kereta Api. Hal ini dilakukan untuk mendukung langkah pemerintah dalam mencegah terjadinya penyebaran dan peningkatan penularan Covid-19 di transportasi umum khususnya kereta api.

"KAI secara tegas akan menolak pelanggan yang tidak memenuhi perjalanan, dan mengarahkan untuk melakukan pembatalan di loket Stasiun," tegasnya.

Pihaknya mengimbau penumpang yang berusia 18 tahun ke atas untuk menunjukkan bukti vaksin booster Covid-19. Sedangkan bagi yang baru menjalani vaksin dosis pertama dan kedua, diminta untuk menunjukkan hasil negatif tes dalam rentang waktu 3 x 24 jam.

"Sedangkan bagi yang belum atau tidak boleh divaksin dengan alasan medis wajib menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah dan hasil negatif tes RT-PCR 3x24 jam," tuturnya.

Sementara bagi penumpang berusia 6-17 tahun, pihaknya meminta untuk wajib menunjukkan sertifikat atau kartu vaksin minimal dosis kedua, tanpa tanpa menunjukkan hasil negatif screening Covid-19. Bila baru menjalani vaksin dosis pertama maka wajib menunjukkan hasil negatif tes antigen 1x24 jam baik swab PCR 3x24 jam;

"Penumpang yang berusia 6 - 17, yang tidak boleh divaksin dengan alasan medis wajib menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah dan hasil negatif tes Antigen 1x24 jam/ RT-PCR 3x24 jam," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini