Share

Tradisi Unik Meruncingkan Gigi, Simbol Kecantikan Wanita Suku Mentawai

Andini Putri Nurazizah, Jurnalis · Jum'at 26 Agustus 2022 09:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 25 408 2654265 tradisi-unik-meruncingkan-gigi-simbol-kecantikan-wanita-suku-mentawai-Wrovfyi618.JPG Wanita Suku Mentawai, Sumbar (Foto: Pinterest/Char V)

TAMPIL cantik merupakan idaman semua wanita. Tak jarang mereka melakukan segala cara untuk mendapatkan standar kecantikannya sendiri. Salah satunya yang dilakukan oleh para wanita suku Mentawai, di Sumatera Barat.

Wanita suku Mentawai melakukan kerik gigi sebagai simbol kecantikan mereka di mata suaminya. Oleh karena itu, kerik gigi ini hanya dilakukan oleh para wanita dewasa yang akan segera menikah. Selain simbol kecantikan, juga sebagai kedamaian jiwa untuk wanita tersebut.

Berkaitan dengan jiwa, suku Mentawai di zaman dulu meyakini segala sesuatunya memiliki roh dan jiwa, mereka menganut animisme atau sabulungan.

Jadi, bila para wanita suku Mentawai tidak puas dengan penampilan fisiknya, dipercaya mereka akan terkena penyakit dan ditarik ke dunia lain.

Wanita Suku Mentawai

(Foto: Pinterest/Luc Tabare)

Dari kepercayaan tersebut, munculah ketiga tradisi sekaligus standar kecantikan, yang harus dilakukan para wanita suku Mentawai. Ketiganya adalah memiliki telinga yang panjang, menghias tubuh dengan tato, dan memiliki gigi yang runcing.

Dalam prosesnya tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang, biasanya ketua adat yang akan melakukan pengerikan gigi menggunakan besi atau kayu yang sudah ditajamkan. Satu persatu gigi diruncingkan tanpa adanya istirahat bahkan pembiusan.

Nah, selama 30 menit, wanita suku Mentawai yang sedang dikerik giginya harus menahan rasa sakit dengan mengigit pisang hijau. Dari menahan sakit ini juga diyakini sebagai proses penemuan jati diri.

Follow Berita Okezone di Google News

Saat ini tradisi kerik gigi tidak lagi diwajibkan untuk para wanita suku Mentawai, karena dibutuhkan juga persetujuan antara si wanita dengan pelaksana ritual. Tradisi ini mulai ditinggalkan oleh wanita suku Mentawai karena mereka yang sudah mengenal agama.

Mulai dari menganut Kristen Protestan, Kristen Katolik, dan Islam. Meski begitu, ada beberapa dari mereka yang tetap menganut Sabulungan. Mereka yang masih menganut Sabulungan, masih mewajibkan tradisi kerik gigi ini untuk tetap melanjutkan tradisi dalam kepercayaan mereka.

Mereka meyakini, jika tradisi kerik gigi ini akan menghindarkan seseorang dari enam sifat buruk manusia, atau biasa disebut “Sad Ripu”. Dengan begitu wanita yang telah melakukan tradisi tersebut diharapkan memiliki keteguhan dan kesabaran yang berlawanan dari enak sifat buruk manusia.

Nah itulah standar kecantikan bagi wanita suku Mentawai. Walaupun terbilang ekstrim, tapi harus mereka lakukan untuk mendapatkan kecantikan yang mereka inginkan. Tentunya hal ini juga berkaitan dengan kepercayaan dan cara kita masing-masing. Jadi, apakah kamu tertarik untuk mencoba tradisi suku Mentawai ini?

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini