Share

Kulonprogo Kembangkan Desa Wisata untuk Dongkrak Ekonomi Kreatif

Antara, Jurnalis · Senin 29 Agustus 2022 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 28 406 2656012 kulonprogo-kembangkan-desa-wisata-untuk-dongkrak-ekonomi-kreatif-g0rpCP6dgi.jpg Ilustrasi traveling (dok. Freepik)

PEMKAB Kulonprogo terus mendorong pengembangan desa wisata. Langkah ini untuk ekonomi kreatif di masyarakat pasca pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo Joko Mursito mengatakan saat ini muncul tren untuk mengembangkan desa wisata, dan Gubernur DIY Sri Sultan HB X baru saja mengeluarkan aturan yang menekankan pengembangan pariwisata melalui desa wisata.

"Untuk itu, di Kulonprogo sedang kami tingkatkan pameran ekonomi kreatif, tapi basisnya bukan lagi UMKM, tapi desa wisata. Bagaimana desa wisata punya ekonomi kreatif, seperti suvenir yang menjadi identitas masing-masing," kata Joko Mursito.

infografis

Di Kulonprogo saat ini terdapat 22 desa wisata dari total 88 desa. Setiap desa wisata memiliki ciri khas sendiri, tidak sama dengan desa lainnya. Sehingga satu desa memiliki keunggulan dan keidentikan, serta keunikan.

"Perkembangan desa wisata di Kulonprogo cukup baik. Pada 2021, desa wisata baru ada 14 desa dan pada 2022 ini menjadi 22 desa. Kami optimistis desa wisata akan tumbuh pada tahun mendatang," katanya.

Follow Berita Okezone di Google News

Lebih lanjut, Joko Mursito mengatakan dampak positif lahirnya desa wisata di masing-masing desa, yakni dinamika perkembangan perekonomian masyarakat sangat baik, apalagi syarat desa wisata harus bersinergi dengan masyarakat dan mendapatkan dukungan dari desa. Hal yang menarik lagi, banyak desa wisata yang mulai bersinergi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

"BUMDes dan desa wisata bergerak bersama, sehingga desa wisata yang berkembang saat ini semakin berkembang pesat," katanya.

Sebelumnya, Penjabat Bupati Kulonprogo Tri Saktiyana mengatakan pariwisata akan menjadi motor penggerak perekonomian Kulonprogo, sehingga arah pengembangannya bukan mass tourism atau pariwisata massal, melainkan kualitatif tourism.

Oleh karena itu, ia mengharapkan bus-bus besar agar nantinya tidak masuk ke Kulonprogo, karena tidak membawa dampak pada pertumbuhan UKM seperti rumah makan di wilayah ini.

"Kita batasi bus-bus besar yang masuk ke Kulonprogo. Bus boleh masuk tapi jangan sampai ke pelosok. Kami lebih suka wisatawan yang datang menggunakan mobil atau wisata keluarga yang bersifat kualitatif dengan harapan mereka daya belanja lebih tinggi," katanya.

Tri Saktiyana mengatakan Pemkab Kulonprogo melalui Dispar nantinya akan mengembangkan wisata dengan minat khusus, seperti wisata keolahragaan.

"Wisata minat khusus ini diharapkan mampu meningkatkan lama tinggal di Kulon Progo dan mendongkrak perekonomian masyarakat," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini