Share

Kisah Suku Dayak Punan yang Dikenal Sakti Mandraguna dan Suka Makan Daging Manusia

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Selasa 30 Agustus 2022 21:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 29 406 2656917 kisah-suku-dayak-punan-yang-dikenal-sakti-mandraguna-dan-suka-makan-daging-manusia-K6NFXLv3uW.jpg Ilustrasi warga suku Dayak (Shutterstock/Akmal Luthfi M)

KISAH suku Dayak Punan yang dikenal sakti mandraguna. Semasa masih hidup primitif, mereka disebut-sebut melakukan praktik kanibalisme atau makan daging manusia. Hidup berpindah-pindah (nomaden) dan mengisolasi dari dunia luar.

Warga Dayak Pinan dipercaya memiliki kemampuan dalam praktek spiritual dan ilmu sihir. Konon, mereka tidak akan segan memakan daging manusia yang berani mengusik ketentraman mereka.

Suku Dayak Punan menguasai hutan rimba Kalimantan, tepatnya di pedalaman Puruk Cahu, Kalimantan Tengah. Menurut warga setempat, suku ini ditakuti sebab dikenal beringas.

Suku yang memiliki sifat nomaden ini tidak suka diganggu oleh orang luar dan sangat hati-hati saat dikunjungi warga kampung atau suku sebelah.

Banyak mitos yang bertebaran tentang suku Dayak pedalaman ini di kalangan masyarakat Kalimantan. Konon, mereka bisa menghilang di balik dedaunan dan berlari jauh lebih cepat dari manusia biasa.

Suku yang pandai berperang

Siapapun yang berani menantang orang-orang Punan umumnya berakhir meregang nyawa. Lawan yang mati di tangan orang Punan itu tidak akan dikuburkan, melainkan dimasak untuk dimakan.

Menurut para sejarawan, menyantap daging lawan seakan telah menjadi hukum adat. Bagian tubuh yang disantap adalah punggung, hati, dan isi perut.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Memiliki warna kulit coklat dan bermata biru

Suku Dayak Punan memiliki kebiasaan hidup berpindah-pindah dengan mengikuti siklus migrasi hewan. Tak hanya itu, mereka juga mengamati pertumbuhan tanaman dan hidup pindah-pindah di sekitarnya.

Umumnya, masyarakat Indonesia memiliki mata berwarna cokelat, namun hal ini berbeda bagi beberapa orang asli suku Dayak Punan. Mereka memiliki mata berwarna biru dengan kulit cokelat keemasan.

Ilustrasi

Keistimewaan yang dimiliki suku Dayak Punan ini membuat banyak peneliti terpukau. Sebab, hal ini termasuk fenomena biologis murni, bukan keturunan dari ras lain yang mempunyai mata biru.

Semakin berkembangnya zaman, semakin sedikit orang luar yang dapat bertemu langsung dengan orang Punan primitif. Orang-orang Punan pun diketahui lebih memilih diam di dalam hutan dan jarang beranjak ke tempat ramai.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini