Share

Resmi Masuk UNESCO Global Geopark, Yuk Intip Pesona Geopark Maros Pangkep

Antara, Jurnalis · Selasa 06 September 2022 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 06 408 2661586 resmi-masuk-unesco-global-geopark-yuk-intip-pesona-geopark-maros-pangkep-gVk1VUjbbW.JPG Geopark Maros Pangkep di Sulawesi Selatan (Foto: Antara)

KAWASAN Geopark Maros Pangkep resmi masuk sebagai bagian dari UNESCO Global Park (UGG) berdasarkan hasil rapat dewan council UNESCO Global Geopark di Thailand.

General Manager Badan Pengelola Geopark Maros Pangkep, Dedy Irfan mengatakan, harapan masyarakat serta pemerintah Kabupaten Maros dan Pangkep akhirnya menjadi kenyataan, setelah bekerja bahu-membahu dengan masyarakat dalam memenuhi kriteria lembaga internasional UNESCO.

Meski telah diterima, namun terkait pengumuman resminya akan disampaikan dalam waktu dekat, tinggal menunggu jadwal saja. “Jadi, kita tinggal menunggu jadwal pengumuman resminya dari pihak UNESCO," kata Dedy, mengutip Antara.

Geopark Maros Pangkep merupakan salah satu kawasan strategis pengembangan pariwisata di Sulawesi Selatan, khususnya wisata alam dan petualangan yang didasari oleh kekayaan alam geodiversity (geologi), biodiversity (flora fauna) dan cultural diversity (budaya) yang bertaraf Internasional.

Geopark Maros-Pangkep
(Foto: geoparks.id)

Adapun jumlah populasi manusia yang mendiami kawasan sebesar 665.000 jiwa itu bersuku Bugis dan Makassar.

Geopark Maros-Pangkep menjadi salah satu kandidat dari dua kawasan wisata yang diajukan Pemerintah Indonesia kepada UNESCO sebagai warisan dunia. Wisata lainnya ialah Gunung Ijen di Jawa Timur.

Indonesia memiliki 14 nasional Geopark dan enam di antaranya telah tercatat sebagai Geopark UNESCO. Sementara tahun 2019, Pemerintah Indonesia mengusulkan dua nama kawasan untuk diajukan menjadi Geopark UNESCO yakni Geopark Maros-Pangkep dan Gunung Ijen.

Secara profil, kawasan ini mempertontonkan perbukitan dengan menara (tower) Karst terluas ke dua di dunia, di dalamnya terdapat sangat banyak spot wisata air terjun dan bentang alam (landscape) yang indah di antaranya TWA Bantimurung, Air Terjun Lengang, Kawasan Pattunuang, Air Terjun Lacolla serta 400 lebih gua dengan ornamen yang mempesona setelah proses pembentukan jutaan tahun.

Baca Juga: Dua Kapal Ikan Asing Pelaku IUU Fishing Berhasil Diamankan BAKAMLA dan KKP RI

Gua-gua ini diperkuat dengan peninggalan manusia prasejarah sebagai warisan budaya berupa lukisan dinding gua tertua di dunia dengan umur 45 ribu tahun.

Keberadaan Kawasan Konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang telah mengidentifikasi Flora Fauna Endemik, termasuk 240 spesies kupu-kupu di kawasan ini mengukuhkan area tersebut dengan julukan The Kingdom of Butterfly serta menjadikan kehadiran naturalis dunia yang terkenal ALlfred Russel berdiam di kawasan ini.

Infografis Geopark Indonesia

Adanya batuan lantai dasar samudera (6.000 km di bawah permukaan bumi) yang tersingkap di permukaan dengan umur 150 juta tahun di Kawasan Bantimala, Pangkep semakin mengukuhkan kekayaan geodiversity kawasan ini. Luar biasa bukan!

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini