Share

Wanita Ini Tipu Lebih dari 100 Orang Pakai Tiket Pesawat Palsu, Raup Rp4 Miliar

Kurniawati Hasjanah, Jurnalis · Rabu 07 September 2022 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 06 549 2661779 wanita-ini-tipu-lebih-dari-100-orang-pakai-tiket-pesawat-palsu-raup-rp4-miliar-UQ4E93KU8C.jpg Ilustrasi pesawat (dok. Freepik)

SEORANG wanita sukses menipu lebih dari 100 orang menggunakan tiket pesawat palsu.

Penipuan itu telah dilakukan sejak 2014 silam di Thailand. Kini pelaku berhasil ditangkap.

Melansir Thaiger, pelaku ternyata melakukan penipuan tiket pesawat sejak 2014 dan menghasilkan lebih dari 11 juta baht atau setara Rp 4 miliar.

Modus pelaku yaitu cara menjual tiket pesawat palsu kepada calon penumpang.

Kepolisian berhasil menangkap pelaku di apartemennya di Phetkasem Soi 77, Distrik Nong Khaem, Thailand pada Agustus 2022. Ia didakwa dengan pasal penipuan dan iklan palsu atas aksinya.

infografis

Pelaku diduga menjalankan layanan pemesanan tiket palsu yang menawarkan tiket penerbangan dari berbagai maskapai besar. Pemesanan ini dilakukan melalui email dan secara online.

Kepala Divisi Polisi Perlindungan Konsumen subdivisi 1 memaparkan, layanan pemesanan ini aktif pada tahun 2014, mulai dari 12 April hingga 23 Desember.

Selama periode ini, pelaku berhasil menipu lebih dari 100 pelanggan.

Para pelanggan yang tertipu mempercayai layanan pemesanan ini karena mereka menerima pesan konfirmasi yang meyakinkan.

Pelanggan saat itu menerima konfirmasi bahwa uang telah diterima dan tiket telah diterbitkan atas nama mereka.

Namun demikian, saat pelanggan tiba di bandara dan mencoba untuk check in, mereka ditolak oleh konter check in maskapai karena tiket dianggap tidak valid.

Mayoritas pelanggan yang tertipu langsung menghubungi layanan pemesanan dari pelaku.

Mulanya, pelaku masih merespons komplain pelanggannya.

Lama kelamaan intensitas komunikasi terus berkurang dan wanita itu menghilang. Saat itulah para korban berkumpul dan mengajukan pengaduan bersama kepada polisi.

Pengadilan kriminal setempat mengeluarkan surat perintah penangkapan.

Dalam proses ini, pihak kepolisian menemukan surat perintah lain untuk sang pelaku yang dikeluarkan pada bulan Desember 2014 atas tuduhan penipuan publik.

Sayangnya, surat perintah pertama tampaknya mengalami penundaan.

Pihak kepolisian melakukan pelacakan dan berhasil menangkap pelaku pada Agustus 2022.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini