Share

Mengenal Kesultanan Deli, Kerajaan Islam di Kota Medan

INews.id, Jurnalis · Sabtu 10 September 2022 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 09 408 2664083 mengenal-kesultanan-deli-kerajaan-islam-di-kota-medan-kCSbNlsEZK.jpg Kesultanan Deli (dok Instagram)

KESULTANAN Deli merupakan Kerajaan Islam yang berada di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Hingga kini, Kesultanan Deli masih tetap ada dan dipimpin Sultan Mahmud Lamanjiji Perkasa Alam.

Kerajaan Islam ini didirikan oleh Tuanku Panglima Gocah Pahlawan pada tahun 1632 dan masih berada dibawah Kerajaan Aceh pada saat itu.

Sejarah Kesultanan Deli

Terbentuknya Kesultanan Deli bermula saat Kerajaan Aceh melakukan perluasan wilayah di Sumatera Utara. Pada saat itu Laksamana Gocah Pahlawan diutus untuk menjadi wakil Kerajaan Aceh di wilayah Aru. Kemudian di daerah Batak Karo terdapat empat raja yang masuk Islam.

Empat raja tersebut menunjuk Laksamana Gocah Pahlawan sebagai raja di Deli. Hal tersebut juga sebagai penanda terbentuknya Kesultanan Deli.

Kesultanan Deli sempat mengalami pasang surut, pada abad ke-18 kerajaan ini sempat terjadi huru-hara setelah wafatnya Tuanku Panglima Paderap. Perpecahan ini disebabkan oleh perebutan kekuasaan di antara empat anak Tuanku Panglima Paderap.

Setelah perpecahan terjadi akhirnya Tuanku Panglima Pasutan akhirnya menjadi penguasa Kesultanan Deli selanjutnya. Sempat berada di bawah Kerajaan Aceh dan Siak serta Belanda, akhirnya Deli resmi menjadi kerajaan independen pada tahun 1861.

Sejak merdeka, Kesultanan Deli berkembang pesat, istana Maimun dan Masjid Raya Al-Mashun Medan juga menjadi bukti kejayaannya.

Wilayah pemerintahan Kesultanan Deli mencakup wilayah yang cukup luas yaitu Kota Medan, Langkat, Sukapiring, Buluh Cina, dan beberapa negara kecil di sekitar pesisir timur Pulau Sumatera.

Kekuasaan tertinggi dari kesultanan ini yakni Sultan. Dalam menjalankan tugasnya, sultan tidak hanya berfungsi sebagai kepala pemerintahan namun juga sebagai kepala urusan agama Islam dan kepala adat Melayu.

Sultan dibantu oleh bendahara, syahbandar atau perdagangan, dan para pembantunya yang lain.

Tradisi Junjung Duli merupakan tradisi yang masih dipertahankan oleh Kesultanan Deli yang dilakukan setiap Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini penghaturan sembah dilakukan kepada Sultan Deli oleh perangkat adat, perangkat istana, kerabat keluarga, imam masjid dan masyarakat, khusus bagi kaum pria.

Tradisi junjung duli ini sangat kental dengan nuansa Melayu, di antaranya perangkat adat, sejumlah imam masjid, pejabat istana maupun pasukan pengawal, sultan mengenakan pakaian khas Kesultanan Deli. Itulah Kesultanan Deli, salah satu Kerajaan Islam yang masih ada dan menarik untuk dikunjungi saat berada di Kota Medan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini