Share

6 Resiko Mendaki Saat Musim Hujan, Sebaiknya Kamu Hindari

Najwa Avifah Octavia, Jurnalis · Senin 12 September 2022 08:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 11 549 2665050 6-resiko-mendaki-saat-musim-hujan-sebaiknya-kamu-hindari-CboN8l5a1J.jpg Ilustrasi mendaki (freepik)

MUSIM hujan telah menyapa beberapa daerah di Indonesia.

Resiko curah hujan yang tinggi bisa terjadi dimana saja seperti pedesaan atau perkotaan.

Apabila kamu berencana untuk melakukan pendakian, sebaiknya ditunda dahulu.

Resiko mendaki saat musim hujan sangat tinggi, bisa saja terjadi cedera ringan maupun berat.

Berikut 6 resiko jika kamu tetap melakukan pendakian saat musim hujan dirangkum MNC Portal:

Area Pendakian yang Licin

Area pendakian Gunung di Indonesia sebagian berupa bebatuan dan tanah. Saat terjadi hujan di atas gunung membuat air hujan akan mengalir dari atas menuju lembah.

Air akan mengalir melewati area pendakian, hal ini membuat area pendakian licin dan sulit untuk dilewati.

Resiko cedera bisa saja terjadi, jalan yang licin dapat menyebabkan kamu tergelincir dan terjatuh.

Terjadi Tanah Longsor

Curah hujan yang tinggi membuat tanah menjadi basah dan gembur. Kondisi ini dapat membahayakan bagi area di sekitar pegunungan.

Tanah akan menyerap air hujan dalam jumlah yang banyak, membuat kadar air dalam tanah tinggi dan terjadinya longsor di perbukitan dan pegunungan.

Resiko tinggi yang diakibatkan tanah longsor akan menutupi area pendakian dan tertimbun tanah bila kamu berada di bibir tebing.

infografis

Terjadi Badai

Pada musim hujan bisa saja disertai cuaca ekstrem, dan memicu terjadinya badai.

Dalam kondisi tersebut pastinya perjalanan akan lebih lama dari biasanya.

Badai bisa datang dengan cepat dari cerah menjadi mendung, disertai angin, hujan lebat, dan petir yang cukup kuat.

Beresiko Hipotermia

Hipotermia adalah kondisi tubuh dibawah 36 derajat celcius. Suhu udara di pegunungan bisa mencapai 20 โ€“ 10 derajat celcius.

Resiko hipotermia mungkin terjadi jika anda terkena hujan, pakaian yang digunakan basah dan suhu udara yang dingin membuat anda terkena hipotermia.

Hipotermia adalah hal serius yang perlu kamu perhatikan saat mendaki.

Gejala ringan hipotermia seperti pucat, kulit terasa dingin, mati rasa dan respon pada diri menurun, hingga gejala berat yang dapat mengakibatkan kaku otot, pernafasan dan denyut nadi melemah, bahkan dapat menyebabkan perhentian pada jantung.

Tersambar Petir

Petir adalah fenomena alam yang sering terjadi pada musim hujan. Sebuah kilatan cahaya putih dari langit disertai suara gemuruh.

Fenomena alam yang satu ini bisa saja membahayakan para pendaki.

Sebuah tips untuk anda jika saat mendaki terjadi badai disertai petir untuk menghentikan pendakian, melepaskan aksesoris berbahan logam dan hindari berlindung di bawah pohon.

Banyak Hewan Melata


Kondisi tanah yang lembab menyebabkan hewan melata keluar dari areanya. Hewan melata di pegunungan seperti ,lintah, cacing, pacet, kodok , luwing hingga ular berbisa.

Ada baiknya kamu berhati-hati saat hujan turun. Jika terjadi tanda-tanda membahayakan sebaiknya menghindari dan segera tinggalkan area tersebut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini