Share

Inilah Tempat Ziarah Menantang Maut Paling Ekstrem di Dunia, Berani Coba?

Najwa Avifah Octavia, Jurnalis · Selasa 13 September 2022 04:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 12 408 2665497 inilah-tempat-ziarah-menantang-maut-paling-ekstrem-di-dunia-berani-coba-LKuB9jdTDL.JPG Pilar Katskhi, wisata ziarah menantang maut paling ekstrem di dunia (Foto: BBC)

BERTUJUAN agar lebih dekat dengan Tuhan, para biksu mendaki Pilar Katskhi setinggi 40 meter. Pendakian ini dilakukan di wilayah terpencil Imereti, Georgia.

Terdapat wilayah terpencil lmerti di barat tengah Georgia. Perbukitan dan hutan pinus yang rimbun mengapit di sepanjang sisi jalan. Terdapat bangunan setinggi 40 meter membuat mata yang melihat akan terpesona oleh keindahannya.

Para biksu tinggal di atas Pilar Katskhi selama berabad-abad, yang terakhir hanya turun untuk terakhir kalinya pada tahun 2015.

Pilar Katskhi menjadi situs ziarah bagi banyak orang Kristen Ortodoks, serta daya tarik wisata bagi orang-orang yang berdatangan ke Pilar Katskhi untuk menyaksikan pemandangan biksu yang menggantung di tepi batu yang curam.

Didedikasikan untuk seorang biarawan bernama Maximus the Confessor, gereja ini menjadi salah satu gereja tertinggi dan paling terisolasi di dunia. Diperkirakan telah dibangun abad ke-6 dan ke-8 oleh Stylites. Dipercaya bahwa berdoa di atas pilar tinggi akan menjauhkan mereka dari godaan duniawi.

Pilar Katskhi di Georgia
(Foto: TripAdvisor)

Menurut legenda setempat, Pilar Katskhi selalu menjadi tempat suci dan pernah digunakan oleh agama kuno untuk ritual kesuburan. Setelah agama Kristen diperkenalkan ke Georgia pada abad ke-4, pilar tersebut menjadi tempat pemujaan bagi umat Kristen Ortodoks.

"Pilar ini adalah simbol salib sejati, bahkan sebelum ada gereja di atas, berhala Dewa telah ditemukan di bawah pilar," kata Pastor Ilarion, mengutip laman BBC.

Berbeda pendapat dengan legenda setempat, sejarawan percaya bahwa para biarawan mulai tinggal di pilar sekitar abad ke-10, meskipun mereka masih tidak yakin bagaimana mereka mencapai puncak, apalagi membawa bahan bangunan untuk membangun gereja.

Pada abad ke-15, ketika kekaisaran Ottoman menyerbu georgia, metode berdoa Stylite ditinggalkan hingga,pada awal 1990-an, seorang biarawan bernama Maxime Qavtaradze menghidupkan kembali metode doa Stylite. Dengan bantuan penduduk setempat daerah sekitarnya dan Badan Nasional Pelestarian Warisan Budaya Georgia, Maxime mengembalikan gereja suci ke kejayaannya.

Untuk membuat penskalaan pilar lebih mudah, Maxime Qavtaradze menggunakan tali dan katrol, bahkan memasang tangga besi sepanjang 40 meter. Pastor Maxime kemudian menaiki tangga, meninggalkan kehidupan duniawi dan tinggal di gereja setinggi langit selama lebih dari 20 tahun, turun hanya sesekali untuk pertemuan doa di biara bawah.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Pastor Maxime menghabiskan sebagian besar waktunya untuk membaca dan berdoa. Persediaan makanan diangkut kepadanya dengan bantuan katrol. Namun pada tahun 2015, begitu turis mulai berdatangan dia turun untuk selamanya dan sekarang Pastor Maxime telah menjadi pemimpin Biara Katskhi hingga saat ini.

“Pilar telah menjadi daya tarik wisata dan cukup bising di sekitar situs ini. Jadi sebagai biksu kami tidak mendapatkan kedamaian dan pengasingan yang kami dambakan di atas karena kami masih bisa mendengar semua suara di bawah,” jelas Pastor Ilarion . "Jadi kebanyakan dari kita, termasuk Pastor Maxime, hanya naik ke atas selama beberapa jam dan turun kembali."

Metode doa Stylite hanya mengizinkan satu biksu di gereja pada satu waktu, biksu dari biara Katskhi bergiliran menaiki tangga sekali atau dua kali seminggu.

Ada salah satu biksu yang paling berani, ia mengenakan jubah hitam panjang. Melakukan pendakian selama 20 menit tanpa menggunakan pengaman, hanya menggunakan anak tangga sebagai penyangga.

Dalam proses berdoa para biksu pertama-tama harus mencari berkah Bapa Maxime. Begitu mereka mencapai puncak, mereka berdoa di gereja dan pergi ke gudang anggur tempat mereka membuat anggur untuk biara. Mereka kemudian turun sebelum senja untuk berpartisipasi dalam sesi doa malam biara.

"Pertama kali saya naik, saya tidak berani melihat ke bawah, tetapi saya sekarang sudah terbiasa dan dapat menyelesaikan ziarah mematikan ini dalam waktu sekitar 15-20 menit tanpa tali atau tali pengaman," kata dia.

Pengunjung kini hanya diperbolehkan naik ke tingkat pertama pilar batu kapur, di mana Anda dapat menyalakan lilin dan berdoa dengan salib abad ke-6 yang telah diabadikan ke dalam monolit.

Para biarawati yang berada dalam ordo agama yang sama, tidak diizinkan untuk melakukan ziarah berbahaya ke puncak.

Kini aturan di Gereja Ortodoks Georgia menyatakan bahwa biarawan dan biarawati harus berdoa di biara yang terpisah. Biarawati hanya diperbolehkan memasuki kompleks keagamaan, yaitu untuk melakukan doa di gereja Simeon Stylites yang berada di bawah.

“Alasan mengapa wanita tidak diperbolehkan memanjat pilar ini untuk berdoa di gereja di atas adalah karena mereka bukan biksu pilar seperti kita. Kami adalah biksu yang berbeda yang ingin mencapai titik tertinggi untuk berdoa,” ungkapnya.

Pastor Ilarion menjelaskan, aturan ini bukan tentang diskriminasi gender dalam agama. Melainkan, sebagai salah satu cara untuk melestarikan sejarah dan budaya Georgia.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini