Share

Kisah Mahasiswa Indonesia Melayat Ratu Elizabeth II di Edinburgh, Antre 5,5 Jam di Tengah Cuaca Dingin

Kurniawati Hasjanah, Jurnalis · Jum'at 16 September 2022 11:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 16 549 2668688 kisah-mahasiswa-indonesia-melayat-ratu-elizabeth-ii-di-edinburgh-antre-5-5-jam-di-tengah-cuaca-dingin-11dkGK0DSJ.jpg Jenazah Ratu Elizabeth II (Dok BBC)

EDINBURGH - Momen haru begitu terasa ketika puluhan ribu orang melayat Ratu Elizabeth II di Katedral St Giles, Edinburgh, Skotlandia.

Penguasa terlama di Kerajaan Inggris meninggal dunia pada Kamis 8 September 2022, dan kursi Raja kini diduduki putra pertamanya, Charles Philip Arthur George.

Merasakan duka mendalam, puluhan ribu orang tampak mengantre untuk memberikan penghormatan terakhir bagi Ratu Inggris.

Satu di antaranya Anindya Fitri Hapsar mahasiswa asal Indonesia yang  menempuh studi MBA Program - The University of Edinburgh.

Anin, begitu sapaan akrabnya, mengaku meluangkan waktu setelah kelas untuk melayat Ratu Elizabeth II meski antre berjam-jam.

"Gak pernah kebayang sebelumnya kejadian ini, jadi momen sekali seumur hidup," ujar Anin kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (16/9/2022).

Anin menjelaskan, ia mulai mencari tips dan beberapa aturan untuk melayat Ratu Elizabeth II.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, ia mencoba pergi ke antrean pelayat menuju Katedral St Giles.

Tak mudah untuk sampai ke Katedral St Giles, antrean pelayat itu sudah begitu panjang.

infografis

Anin mulai mencari starting point antrean itu sekitar pukul 08.30 malam waktu setempat.

edinburgh

dok. Anindya Fitri Hapsari

"Itu kondisinya juga sudah gelap dan sekitar setengah jam mencari, kita akhirnya tahu starting point antrean dari Meadow Park. Di sini juga cuacanya sekitar 14 derajat,jadi dingin gitu. Saya dan 2 teman lainnya modal nekat tidak menggunakan jaket saat ke sana," terangnya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Tak mudah memang perjuangan untuk memberikan penghormatan terhadap Ratu Elizabeth II, Anin mengaku mengantre hingga sekitar 5,5 jam.

"Jadi kita baru bisa masuk ke Katerdral St Giles sekitar pukul 1 malam waktu setempat. Antreannya mengular tapi rapi kok, dibuat beberapa kali belokkan baru masuk antre ke tengah kota dan baru bisa masuk ke St Giles," tegasnya.

Anin menjelaskan, setelah antre di Meadow Park, pelayat akan mendapatkan gelang kertas yang menjadi pertanda jika mereka akan masuk ke St Giles.

 edinburgh

dok. Anindya Fitri Hapsari

"Sebelum antre itu ada tulisan pengumuman aturan mengenai benda apa saja yang boleh dibawa saat melayat. Aturan itu juga terpampang di laman resmi Pemerintah UK. Salah satunya mengenai ukuran tas yang harus kecil, tidak membawa makanan dan minuman," tegasnya.

Tak hanya itu, Anin mengaku mengapresiasi sistem keamanan dan disiplinnya pelayat saat mengantre.

Saat memasuki St Giles, pemeriksaan keamanan akan dilakukan ketat seperti yang dilakukan di bandara, termasuk barang-barang yang dibawa.

"Sistem keamanan saat melayat itu bagus, pelayatnya juga disiplin gitu. Sistem keamanan layaknya di bandara," ujarnya.

edinburgh

dok. Anindya Fitri Hapsari

Anin memaparkan, saat masuk ke St Giles, tidak ada pelayat yang foto ataupun merekam situasi tersebut karena memang memiliki kesadaran ke sana hanya untuk memberikan penghormatan terakhir untuk Ratu Inggris.

"Kita khidmat dan menudukkan kepala sambil jalan pas masuk. Di dalam kita melihat peti jenazah Ratu Inggris yang dalam kondisi tertutup dan dikawal penjaganya," ucapnya.

edinburgh

dok. Anindya Fitri Hapsari

Pelayat saat itu, lanjut Anin, mengelilingi samping peti jenazah Ratu Elizabeth II.

"Suasananya juga begitu hening dan kita sebagai pelayat semakin merasakan duka kepergiannya," paparnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini