Share

Berwisata Sehat Tekan Polusi, Yuk Gowes Sambil Healing Usir Penat!

Nurul Fitriyah, Jurnalis · Minggu 18 September 2022 02:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 17 406 2669713 berwisata-sehat-tekan-polusi-yuk-gowes-sambil-healing-usir-penat-uKjvfVRBB2.JPG Aktivitas bersepeda warga Jakarta di akhir pekan (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)

AKTIVITAS bersepeda alias gowes mulai populer sejak pandemi Covid-19 melanda. Bahkan di negeri adidaya macam Amerika Serikat, gowes tak semata untuk kebutuhan olahraga tapi bisa menjadi alternatif rekreasi atau wisata kekinian yang tentunya bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Gowes telah menjadi tren aktivitas yang memadukan olahraga dan rekreasi karena selain menjaga kesehatan juga sekaligus bersosialisasi dengan masyarakat.

Selama pandemi, kian banyak orang yang mengendarai sepeda sebagai alternatif sarana transportasi sehari-hari guna menghindari keramaian. Tentunya bersepeda menjadi cara untuk menjaga kesehatan keluarga.

Wakil Menteri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Alue Dohong mendukung aktivitas gowes sebagai sarana wisata salah satunya melalui kegiatan 'Jelajah Gunung Kidul'.

Ilustrasi Bersepeda

(Foto: Shutterstock)

Kegiatan 'Jelajah Gunung Kidul' menurutnya disamping meningkatkan kesehatan juga berkontribusi pada bumi untuk rendah emisi.

"Dengan gowes, kita akan mengurangi emisi sehingga bumi kita menjadi lebih baik dan kualitas udara lebih bersih, langit tetap biru," ujarnya saat melepas para peserta gowes 'Jelajah Gunungkidul', Sabtu, 17 September 2022.

Dirinya berharap ke depan kegiatan gowes ini dapat bertransformasi menjadi satu kegiatan yang semakin dicintai masyarakat Indonesia.

"Sehingga kita bisa mewujudkan Indonesia rendah emisi, udara bersih dan langit biru," ucapnya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Menurutnya, sangat penting kegiatan bersepeda ini dijadikan perhatian pemerintah pusat maupun daerah.

"Salah satunya dengan adanya trek atau jalur khusus sepeda, sehingga tidak bercampur dengan kendaraan lain, seperti sekarang," terang dia.

Alue menceritakan pengalamannya, saat tinggal empat tahun di Brisbane, Australia. Di mana para pesepeda menjadi bagian ekosistem transportasi yang dihormati.

Menparekraf Sandiaga Uno Bersepeda

(Menparekraf Sandiaga Uno bersepeda/Foto: Dok. Kemenparekraf)

"Di sana itu paling direspek pesepeda dan pejalan kaki itu, karena treknya rapih dan aman. Berbeda dengan di Indonesia, yang sering diklakson oleh para pengendara mobil atau motor. Dianggap mengganggu lalu lintas," tuturnya.

Dirinya pun mendorong setiap daerah untuk memfasilitasi kegiatan bersepeda. "Jadi kalau sudah bersepeda dengan aman dan nyaman, masyarakat sehat maka ekonominya juga akan sehat," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini